Orang Tua yang Biarkan Anak Main Handphone Hingga Kecanduan Termasuk Lakukan Kekerasan Terhadap Anak

Kesalahan yang paling banyak dilakukan orang tua yakni membiarkan anak bermain handphone dalam waktu lama hanya karena anak merengek.

via Tribun Lampung
ilustrasi anak main hp 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Orang tua yang membiarkan anaknya bermain handphone dalam waktu lama hingga jadi ketergantungan secara tak langsung jadi pelaku kekerasan terhadap anak.

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait mengatakan alasannya karena ketergantungan merusak fisik dan psikis anak yang seharusnya berhak hidup sehat.

"Karena menimbulkan kesengsaraan dan sebagainya, motorik dan kognitif anak rusak. Kalau tidak diatur penggunaannya orang tua sudah melakukan kekerasan terhadap anak," kata Sirait di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (28/10/2019).

Kesalahan yang paling banyak dilakukan orang tua yakni membiarkan anak bermain handphone dalam waktu lama hanya karena anak merengek.

Sirait menuturkan kebiasaan tersebut salah karena anak menjadi ketergantungan handphone lalu berujung sakit secara fisik atau kejiwaan.

"Orang tua harus berani dan tega melarang anak. Tidak ada alasan lagi bagi orang tua untuk tidak melarang anak menggunakan gawai atau bermain game online secara berlebihan," ujarnya.

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait
Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait (TribunnewsBogor.com/Damanhuri)

Orang tua kerap menganggap sepele meski banyak anak Indonesia yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa karena kecanduan menggunakan handphone.

Sirait mencontohkan 209 anak yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat tahun 2016 karena ketergantungan handphone.

"Kemarin di Medan ada anak yang buta karena lima jam sehari bermain game online, buta dia. Usianya masih 13-14 tahun. Itu yang baru dilaporkan kepada kita," tuturnya.

Tak hanya orang tua jadi pelaku kekerasan terhadap anak, anak yang dibiarkan bermain handphone dan game online dalam waktu kamu terpenuhi jadi pelaku kekerasan.

Pasalnya saat tak diawasi, anak cenderung mengakses situs pornografi, dan adegan kekerasan yang mereka lihat atau dimainkan di game online.

"Boleh membiarkan anak bermain handphone, tapi dibatasi, diawasi. Jangan dibiarkan, begitu anak nangis lalu dikasih main handphone," lanjut Sirait.

Di Indonesia, Sirait mengatakan sedikitnya ada 2,1 juta balita yang ketergantungan handphone karena orang tua membiarkan anaknya bermain handphone saat merengek.

Jumlah tersebut didasari pada data yang diterima Komnas Anak dari sejumlah Rumah Sakit Jiwa, Puskesmas, orang tua, dan laporan lainnya. (*)

 (TribunJakarta.com, Bima Putra)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved