Breaking News:

Dibangun di Atas Trotoar, 12 Lapak Pedagang Kaki Lima di Robohkan Satpol PP Kota Bogor

Penertiban tersebut dilakukan oleh petugas Satpol PP Kota Bogor dengan menurunkan belasan, Rabu (30/10/2019).

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Satpol PP Kota Bogor menggusur kios milik pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Sukasari III, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor, Rabu (30/10/2019) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Sebanyak 12 lapak kios milik pedagang kaki lima ( PKL ) di Jalan Sukasari III, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor di robohkan.

Penertiban tersebut dilakukan oleh petugas Satpol PP Kota Bogor dengan menurunkan belasan, Rabu (30/10/2019).

Beberapa pedagang pun sibuk membenahi barang dagangan mereka yang belum sempat dipindahkan.

Lurah Sukasari Dicky Iman Nugraha mengatakan bahwa penertiban tersebut dilakukan untuk menngembalikan fungsi trotoar.

Karena saat ini pihaknya sedang melakukan oerbaikan trotoar di Jalan Sukasari III.

"Ini sedang kita bangun trotoar jadi ini termasuk perencanaan yang terintegrasi, kita bangun trotoar kemudian kita kemmbalikan fungsinya ke fungsi semula," katanya.

Pemilik lapak PKL mengamankan barang yang masih bisa digunakan saat digusur Satpol PP Kota Bogor
Pemilik lapak PKL mengamankan barang yang masih bisa digunakan saat digusur Satpol PP Kota Bogor (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Ada berbagai lapak dagangan yang dibongkar diantaranya adalaah lapak penjahit, warung nasi, warung minuman dan rokok serta bebberapa pedagang lainnya.

Dicky menjelaskaan bahwa bangunan tersebut rupanya dibangun oleh beberapa orang kemudian disewakann untuk digunakan sebaagaai tempat jualan.

Padahal kata Dicky tanah tersebut merupakan tanah milik Pemerintah Daerah.

"Mereka ini bukan pkl yang membutuhkan usaha itu ada pemikiknya jadi ini fiur bisnis jadi mereka bangun mereka sewakan saya tidak lihat ada sisi sosial yang harus saya pertimbangkan karena itu sistemnya sewa jadi saya hanya berurusan sama pemilik bangunan saya bongkar selesa, kalau pedagang saya sarankan komunikasi dengan pemilik," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved