Breaking News:

Iuran BPJS Kesehatan Naik 100 Persen, Warga Bogor Sebut Semakin Memberatkan Rakyat

Kenaikan tarif iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dirasa memberatkan bagi para peserta BPJS di Bogor.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Warga mengantre di kantor BPJS Kesehatan, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Kenaikan tarif iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dirasa memberatkan bagi para peserta BPJS di Bogor.

Salah satu peserta BPJS Kesehatan asal Cibinong, Murdi (65) mengaku bahwa kenaikan iuran BPJS per bulannya ini cukup tinggi karena mencapai dua kali lipat

"Ini kan kenaikannya dua kali lipat, termasuk berat, kelas II aja awalnya Rp 51 ribu sekarang Rp 110 ribu," kata Murdi kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (1/11/2019).

Dia mengatakan bahwa jika iuran BPJS memang harus naik, sebaiknya kenaikan tarif ini tidak terlalu tinggi.

Menurutnya, hal tersebut semakin memberatkan rakyat yang ikut dalam kepesertaan BPJS Kesehatan.

Terlebih, saat ini pelayanan BPJS Kesehatan masih terbilang belum maksimal dalam memberikan jaminan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. 

"Harusnya jangan dua kali lipat, harusnya kelas II contohnya, naiknya harusnya Rp 75 ribu. Ini kan langsung dua kali lipat semua," ungka Murdi.

Diketahui, kenaikan iuran BPJS ini sudah ditetapkan oleh pemerintah dan akan diberlakukan pada 1 Januari 2020 mendatang.

Kenaikan iuran BPJS per peserta tiap bulan ini mencapai dua kali lipat dari iuran sebelumnya seperti Kelas III mandiri naik dari Rp 25.500 jadi Rp 42 ribu, kelas II mandiri dari Rp 51 ribu jadi Rp 110 ribu, dan kelas I dari Rp 80 ribu jadi Rp 160 ribu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved