Kerjasama Edukasi Gizi dan Kesehatan Remaja IPB Gandeng PT Sarihusada

perubahan fisik dan psikis dialami pada masa remaja, sehingga remaja rentan untuk mengalami permasalahan gizi dan kesehatan.

Kerjasama Edukasi Gizi dan Kesehatan Remaja IPB  Gandeng PT Sarihusada
TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana
Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa.

Berbagai perubahan fisik dan psikis dialami pada masa remaja, sehingga remaja rentan untuk mengalami permasalahan gizi dan kesehatan.

Sementara remaja merupakan periode penting untuk menanamkan pengetahuan, sikap dan keterampilan tentang gizi dan kesehatan serta perilaku yang baik, sehingga kelak akan menjadi individu yang siap dalam kehidupan berkeluarga serta periode kehamilan di masa datang.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University bekerjasama dengan PT Sarihusada Generasi Mahardhika melaksanakan kegiatan “Pengembangan Panduan Edukasi Gizi dan Kesehatan yang Efektif bagi Remaja”.

Penandatanganan kerjasama kegiatan dilakukan di Ruang AMG Connect, Fema IPB University, Kampus IPB Dramaga, Bogor belum lama ini.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Dekan Fema, Prof Dr Ujang Sumarwan dan Direktur Sustainable Development Danone Indonesia, Karyanto Wibowo.

Kerjasama ini akan menghasilkan modul-modul, media edukasi dan promosi atau sosialisasi yang tepat dan patut serta efektif untuk digunakan sebagai materi ajar bagi guru kepada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) serta bagi para duta siswa yang melibatkan dosen IPB University diantaranya Prof Dr Sri Anna Marliyati, MSi, Prof Dr Siti Madanijah dan Fajria Saliha Puspita Prameswari, SGz, MSi dari Departemen Gizi Masyarakat serta Dr Dwi Hastuti dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen.

“Tujuan kerjasama ini adalah untuk menyusun materi pendidikan gizi dan kesehatan bagi remaja dengan memperhatikan perkembangan fisik, biologis, psikis, dan sosial remaja yang selanjutnya dapat dijadikan pengetahuan untuk mempersiapkan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),” ujar Prof Ujang.

Kegiatan ini juga akan melibatkan guru dan duta siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Tujuannya untuk memberikan edukasi kepada siswa sekolah di sekolah percontohan terpilih. (*)

Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved