Gagal Terbang saat Mudik Lebaran, Staf Khusus Anies Baswedan Gugat Lion Air Rp 100 M

Chozin menggugat Lion Air membayar ganti rugi materil dan imateril sebesar Rp 100,1 miliar

Gagal Terbang saat Mudik Lebaran, Staf Khusus Anies Baswedan Gugat Lion Air Rp 100 M
Istimewa
Aktivitas ground handling Lion Air 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Staf khusus Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Muhammad Chozin Amirullah, menggugat maskapai penerbangan Lion Air (PT Lion Mentari Airlines) ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Chozin menggugat Lion Air membayar ganti rugi materil dan imateril sebesar Rp 100,1 miliar karena gagal terbang dari Jakarta ke Pangkal Pinang, Bangka Belitung, pada musim mudik Lebaran 2019.

"(Alasan menggugat) karena ketidakadilan saja. Saya sudah datang tepat waktu, tapi tidak berangkat," ujar Chozin saat dihubungi Kompas.com, Rabu (6/11/2019). Kuasa hukum Chozin, Andi Tantowi, menuturkan, Chozin seharusnya terbang menggunakan Lion Air pada 2 Juni 2019.

Ada Pemotongan Pohon Bambu Sebelah Pintu Istana Bogor, Arus Lalu Lintas SSA Padat Merayap

Dylan Carr Khawatirkan Sahabat Pasca Bangun dari Koma, Terungkap Kondisi Terbaru Usai 3 Jam Operasi

Jokowi Sindir Surya Paloh di HUT Golkar, Sudjiwo Tedjo: Tinggal Menghilangkan Sedikit Aura Kecutnya

Namun, saat check in di konter Lion Air, kursi di dalam pesawat sudah diisi orang lain.

"Pesawat berangkat pukul 10.00. Pak Chozin sudah di konter 26 Lion untuk check in manual, tapi ditolak dengan alasan kursinya sudah terisi, padahal belum check in," kata Andi saat dihubungi terpisah.

Tak puas dengan jawaban petugas konter check in, Chozin melapor ke bagian customer service Lion Air.

Namun, petugas bagian customer service justru memberikan jawaban berbeda.

"Ke customer service dinyatakan terlambat, supervisor-nya menyatakan pesawat sudah take off sehingga tiket hangus," ucap Andi.

Beda Gaya Anies dan Ahok saat Susun Anggaran Dibahas, Pertanyaan Najwa Shihab Dapat Tepuk Tangan

Bahas Soal Pengertian Radikalisme, Ustaz Abdul Somad Sebut Nama Habib Rizieq dan Teuku Zulkarnain

Chozin akhirnya mengajukan gugatan pada 9 Oktober 2019, karena tiga somasi yang ia layangkan kepada Lion Air tidak ditanggapi.

Selain menuntut ganti rugi, Chozin juga menuntut Lion Air meminta maaf kepadanya melalui 10 media massa, yakni televisi, media cetak, dan media online.

"Gugatan Rp 100 miliar untuk memberikan efek jera kepada Lion Air, tapi yang utama ialah permohonan maaf Lion Air di 10 media massa," tutur Andi.

Mata Uang Garuda Melemah di Level Rp 14.042 per Dolar AS

Pengguna WhatsApp Akhirnya Bisa Tolak atau Terima Masuk Grup, Begini Caranya !

Traveloka (PT Trinusa Travelindo), PT Angkasa Pura II, dan Kementerian Perhubungan turut menjadi tergugat dalam perkara ini.

Pihak traveloka diharapkan bisa menjelaskan bahwa Chozin benar-benar telah membeli tiket penerbangan menggunakan Lion Air melalui online travel agent (OTA) tersebut.

"Harapannya Traveloka bisa menyampaikan bahwa Pak Chozin sudah membeli tiket. Pak Chozin mengajukan gugatan ini bukan karena beliau staf khusus (Anies), tapi sebagai penumpang biasa," ujar Andi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Staf Khusus Anies Gugat Lion Air Rp 100 M karena Gagal Terbang saat Mudik Lebaran", https://megapolitan.kompas.com/read/2019/11/07/09253001/staf-khusus-anies-gugat-lion-air-rp-100-m-karena-gagal-terbang-saat-mudik?page=all#page2.
Penulis : Nursita Sari
Editor : Sandro Gatra

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved