Breaking News:

Foto Bareng Krisdayanti hingga Yuni Shara di Acara Nikahan, Penampilan Baru AHY Jadi Sorotan

Penampilan baru AHY saat hadiri pernikahan adik Yuni Shara dan Krisdayanti tuai perhatian publik.

Instagram Agus Yudhoyono.
AHY dan Annisa Pohan di pernikahan adik Yuni Shara dan Krisdayanti, Sabtu (9/10/2019). 

Baru-baru ini, Politikus Demokrat Andi Arief bersuara melalui akun Twitter-nya.

Andi Arief menyampaikan tanggapannya terkait tidak masuknya AHY ke Kabinet Indonesia Maju.

Lewat akun Twitternya, Andi Arief menyinggung sosok Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Andi Arief nampak mengaitkan tidak masuknya AHY ke kabinet dengan hubungan antara Megawati Soekarnoputri dan SBY.

"Awalnya saya menduga bahwa dendam Ibu Megawati itu hanya pada Pak @SBYudhoyono, ternyata turun juga ke anaknya @AgusYudhoyono."

"Tadinya saya melihat Pak Jokowi mampu meredakan ketegangan dan dendam ini, rupany belum mampu," tulis Andi Arief, Sabtu (26/10/2019).

Kemudian pada cuitan berikutnya, Andi Arief kembali menyinggung soal dendam.

"Tentu saja @AgusYudhoyono tidak pernah merencanakan hidupnya sebagai anak @SBYudhoyono, itu takdir sejarah.:

"Karena itu dendam Ibu Megawati hingga ke anak cucu SBY adalah dendam pada takdir," tulis Andi Arief.

Terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan menanggapi apa yang disampaikan Andi Arief.

Menurut Syarief Hasan, apa yang disampaikan Andi Arief adalah pendapat pribadi, bukan partai.

Unggahan Twitter Andi Arief, Sabtu (26/10/2019)
Unggahan Twitter Andi Arief, Sabtu (26/10/2019) (Twitter Andi Arief)

"Itu pribadi lah, Partai Demokrat tidak pernah punya asumsi seperti itu. Secara resmi tidak pernah mengatakan itu (Megawati halangi AHY masuk kabinet)," kata Syarief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Syarief Hasan pun mengatakan bahwa hubungan Partai Demokrat dan Megawati Soekarnoputri berjalan dengan baik.

"Partai Demokrat melihat hubungannya baik-baik saja. Jadi itu pandangan pribadi," ucap Syarief Hasan.

Di sisi lain, Syarief Hasan juga membatah jika Partai Demokrat menyiapkan AHY untuk masuk Kabinet Indonesia Maju.

Viral ! Siswa SMA Ini Suaranya Mirip Jokowi, Bagaimana Ceritanya dan Siapa Dia?

Prabowo Menhan, Pengamat Militer Justru Kaget : Menurut Saya Harusnya Menkopolhukam

Syarief Hasan meenjelaskan bahwa sejak awal partainya memang tidak mengajukan nama kepada Jokowi.

"Jadi apa yang terjadi sekarang itu, selama ini adalah merupakan hubungan komunikasi yang intens saja sebagai seorang negarawan, sebagai ketua umum partai dan sebagai mantan presiden," terangnya.

Terkait sikap politik Partai Demokrat, Syarief Hasan mengatakan bahwa hal itu akan diumumkan langsung SBY dalam waktu dekat ini.

"Yang jelas, posisi sekarang ini kita di luar pemerintahan. Posisi kita di luar pemerintahan seperti apa, itu akan diputuskan pak SBY dalam waktu tidak lama lagi," tutur Syarief Hasan.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani telah menjelaskan tentang hubungan Megawati Soekarnoputri dengna SBY.

Puan Maharani mengatakan hubungan Megawati Soekarnoputri dan SBY baik-baik saja.

"Baik-baik sajalah. Kenapa? Saya sering ketemu (Pak SBY), ibu juga ketemu. Kemarin pelantikan juga bareng-bareng," ujar Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Kemudian, Puan Maharani pun menanggapi soal isu soal ada pihak yang menjegal langkah AHY masuk Kabinet Indonesia Maju.

Amien Rais Akan Buat Perhitungan Pada Kabinet Indonesia Maju, Mahfud MD Siap Dijewer

Menkopolhukam Mahfud MD: Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu Demi Kepentingan Negara

Puan Maharani menegaskan bahwa penyusunan Kabinet Indonesia Maju sepenuhnya hak prerogatif presiden.

"Ini kan hak prerogatif presiden, kemudian prosesnya sudah panjang dengan pertimbangan yang matang. Jadi kalau kemudian ada yang menyampaikan atau mengatakan hal-hal seperti itu ya lihat dululah proses dan perjalanan dari pemilu sampai sekarang," ucapnya.

Penulis: Mohamad Afkar S
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved