Breaking News:

Ketua PGRI Kabupaten Bogor Beberkan Alasan Guru Honorer Tak Mudah Tinggalkan Profesinya

Para guru honorer rupanya tidak mudah meninggalkan profesinya sebagai guru walau pun dari segi gaji mereka jauh dari sejahtera.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
ILUSTRASI - Peringatan Hari Guru Nasional 2019 di Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Para guru honorer rupanya tidak mudah meninggalkan profesinya sebagai guru walau pun dari segi gaji mereka jauh dari sejahtera.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua PGRI Kabupaten Bogor Dadang Suntana.

"Mereka malu keluar itu, mereka sudah terlanjur dipanggil Pak Guru, Bu Guru, karena ada citra lain kalau keluar itu, disangka dipecat atau apa, maka dia bertahan," kata Dadang Suntana saat ditemui TribunnewsBogor.com di Cibinong, Selasa (26/11/2019).

Selain itu, kata dia, ada juga alasan lain kenapa guru honorer bertahan mengajar bahkan ada yang sampai puluhan tahun.

Para guru honorer tetap memiliki rasa kebanggan tersendiri menjadi seorang guru walau pun digaji cukup kecil.

Di Kabupaten Bogor sendiri, kata dia, guru honorer hanya digaji sekitar Rp 250 ribu sampai Rp 700 ribu sesuai kesepakatan pihak sekolah tempat dia mengajar.

"Gaji jauh sekali, tapi mereka punya modal lain, semangat dan merasa nikmat. Contoh, marbot mesjid kan gak ada gajinya, tapi mereka betah karena punya penghargaan, punya nilai-nilai yang tidak diukur dengan uang. Guru honor juga sama, mereka punya kenikmatan dipanggil bapak, ibu, itu kenikmatan batin yang luar biasa bagi mereka, meski kalau lihat kesejahteraannya gak ada," kata Dadang.

Pemerintah Kabupaten Bogor sendiri tetap berupaya membantu para guru honorer terkait gaji meskipun nominalnya terbatas karena terbentur anggaran.

"Kita tahun lalu berikan juga kespeg (kesejahteraan pegawai) untuk guru honor dan itu berjalan tapi memang belum rata semua, karena kemampuan kita. Sudah ada peningkatan tapi memang belum semua karena kemampuan anggaran kita disesuaikan," tambah Bupati Bogor Ade Yasin.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved