Perda LGBT di Kota Bogor

Raperda LGBT Diusulkan di Kota Bogor, DPRD Sorot Dampak Penyakit Hubungan Sesama Jenis

Nantinya usualn tersebut akan dibahas dalam masa sidang pada tahun 2020 mendatang.

TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya
Stiker tanda Lesby Gas Besex and Transgender (LGBT) tersebar di setiap tiang di pendestrian Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian  Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bampemperda) mengusulkan Raperda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender ( LGBT ).

Usulan tersebut telah disetujui oleh anggota DPRD Kota Bogor dalam sidang paripurna, Selasa (26/11/2019).

Nantinya usualn tersebut akan dibahas dalam masa sidang pada tahun 2020 mendatang.

Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto mengatakan bahwa Raperda LGBT dan Penanggulangan LGBT tersebut bukan dalam konteks kelainan seksual secara alami.

"Jadi yang kita bahas adalah bukan pada konteks bakat alami seksual tapi adalah dalam bentuk pemyebaran penyakit seksual, ini karena kami menemukan banyak hal temuan di lapangan bahwa ternyata orientasi seksual itu justru lebih banyak disebabkan oleh kejahatan dan penyebaran penyakit seksual bukan pada konteks orisntasi alami," katanya usai rapat paripurna di Lantai 4 Gedung DPRD Kota Bogor.

Atang juga menyebutkan bahwa usulan raperda pencegahan dan penanggulan LGBT ini diajukan juga untuk menangani kasus kekerasan seksual.

Karena dengan dilakukan penanganan secara komperhensif maka bisa menekan pertumbuhan LGBT.

"Misalkan pada saat kecil atau masih pada usia remaja atau usia di bawahnya karena kekerasan seksual dan sebagainya maka pada saat dia sudah dewasa dia mengalami perpindahan orientasi seksualnya ini yang akan kita coba cegah dan kita tangani," ujarnya.

Atang juga menjelaskan bahwa munculnya usulan Raperda Pencegahan LGBT ini didasari atas pertimbangan masalah kesehatan.

Dari data yang diperolehnya angka HIV Aids mengalami oeningkatan dan satu diantara faktornya adalah penyimpangan seksual

"Pertimbangannya adalah bahwa penyakit sosial dan kesehatan, total penderita HIV semakin tinggi dimana ditemukan bahwa penderita yang tinggi tersebut penambahannya karena hubungan sesama jenis," katanya.

Meski demikian terkait poin-poin dan daraft usulan Raperda Pencegahan dan Pemanggulangan LGBT Atang mengatakan bahwa naskah tersebut masih berada di Bapemperda.

"Iya naskah dan draftnya sudah jadi, sudah ada poin pointnya, tapi saya kurang hafal, bisa ditanyakan di Bampemperda," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved