Nelayan Minta Sertifikat ke Jokowi

Nelayan Banyuwangi Memilih Bertahan di Bogor Sampai Bisa Bertemu Jokowi

Enam orang nelayan asal Banyuwangi rela harus bermalam di pom bensin ataupun mushola lantaran ingin bertemu Presiden Jokowi.

Nelayan Banyuwangi Memilih Bertahan di Bogor Sampai Bisa Bertemu Jokowi
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Perwakilan Warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memilih bertahan di sekitar Istana Bogor untuk bertemu Presiden Joko Widodo agar bisa menyampaikan surat titipan warga untuk menyampaikan keluh kesah terkait sertifikat tanah dan aktifitas tambang. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Enam orang nelayan asal Banyuwangi rela harus bermalam di pom bensin ataupun mushola lantaran ingin bertemu Presiden Jokowi.

Keenam orang yang dari Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur rela datang ke Bogor untuk menemui Presiden Jokowi.

Mereka pun mendapat bekal dari uang hasil swadaya masyarakat di tempat mereka tinggal.

Meski harus berhari-hari menempuh perjalanan menggunakan bus namun hal itu tidak menyurutkan semangat para nelayan.

Bahkan para nelayan ini rela tidur di Pom Bensin ataupun Mushola sambil menunggu kesempatan bertemu dengan Presiden Jokowi.

"Iya kami memilih terus bertahan agar bisa bertemu pak Presiden, kami ingin menanyakan sertifikat tanah yang tak kunjung terbit, belum lagi di dekat tempat kami tinggal itu ada aktifitas tambah emas yang baru beberapa tahun berjalan," kata Gitorolis seorang nelayan.

Kekhawatiran Nelayan Banyuwangi Soal Dampak Tambang Emas hingga Ingin Bertemu Jokowi

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Miswati (41) Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mengatakan bahwa dirinya hanya ingin mengadukan keluh kesahnya akibat aktifitas tambah emas diwilayahnya.

Sekitar dua bulan silam, warga Dusun Pancer mendapatkan informasi bahwa pihak perusahaan akan memperluas area penambangan emas hingga yang lokasinya sangat berdekatan dengan pemukiman penduduk.

Lokasi tersebut diantaranya adalah di dekat kawasan perbukitan Lompongan Genderuwo dan Bukit Salakan.

Halaman
12
Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved