Crane Tol BORR Patah

Penyebab Crane Proyek Tol BORR Patah Terungkap

PT Marga Sarana Jabar (MSJ) memberikan penjelasan terkait patahnya crane di area proyek pembangunan jalanTol BORR

Penyebab Crane Proyek Tol BORR Patah Terungkap
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Lokasi crane proyek Tol BORR patah 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - PT Marga Sarana Jabar (MSJ) memberikan penjelasan terkait patahnya crane di area proyek pembangunan jalan layang Tol BORR ataau Tol Bogor Ring Road yang dikerjakan oleh PT PP saat mengangkat beban selongsong besi coran pada Selasa (3/12/2019) malam kemarin.

Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar Hendro Atmodjo menjelaskan bahwa dari hasil rapat dengan Kementerian Pekerjaan Umum sebagai otoritas dari pembangunan infrastur ditemukan bahwa patahan tersebut bukan terjadi pada batang crane.

"Bukan lengan crane nya yang patah tapi seling crane yang putus, klem yang ini nya putus menyebabkan selingnya putus sehingga karena ini putus cranenya terjengkang kebelakang, itu kesimpulan sementara yang kita ambil dari data yang ada maupun dari wawancara petugas yang ada di lapangan," katanya saat ditemui di Kantor PT PP di kawasan Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa (3/12/2019).

Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar Hendro Atmodjo
Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar Hendro Atmodjo (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Hendro menjelaskan bahwa secara kapasitas standar operasional crane tersebur bisa mengangkat beban hingga 35 ton.

Sementara itu untuk beban yang diangkat bebannya hanya 2,6 ton.

"Harusnya sudah masuk  karena kapasitas cranenya bisa sampai 12 ton, nah karena kemungkinan klemnya ini pecah jadi kan ini waktu nyambung ini kan di klem kaya kabel tembaga itu kan di klem, klemnya itu pecah atau lepas kemudian putus," ujarnya.

Namun meski demikian untuk memastikan penyebab pastinya pemilik proyek PT MSJ dan selaku kontraktor PT PP masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Iya ini kita masih rapat cuma tadi saya izin sebentar untuk membwrikan penjelasan sama teman-teman media,
KKJT (komite keselelamatan jalan dan terowongan) yang kedua dari komite k2 kontruksi semua dari Pu dan kita simpulkan sementara itu tentunya nanti ada penelitian mendalam kekuatan seling harus diuji lagi berat yang akan diangkat itu dipastikan lagi berapa ton sehingga kenapa selingnya ko bisa putus;" ujarnya.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved