Sekolah Bisnis IPB Gelar Konferensi Internasional, Gandeng Universitas Luar Negeri

Konferensi internasional ini mengusung tema “ASEAN Business Beyond Industrial Revolution : Opportunities and Challenges” dengan menyajikan berbagai ha

Sekolah Bisnis IPB Gelar Konferensi Internasional, Gandeng Universitas Luar Negeri
Ist
Sekolah Bisnis IPB gelar konferensi internasional 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sekolah Bisnis IPB menggandeng Universiti Sains Malaysia, Universiti Teknologi Mara Malaysia dan University of Glasgow dalam penyelenggaraan konferensi internasional 1st ASEAN Business Engineering & Technology Symposium
(ABEATS) 2019” di IPB International Convention Center Bogor.

Konferensi internasional ini mengusung tema “ASEAN Business Beyond Industrial Revolution : Opportunities and Challenges” dengan menyajikan berbagai hasil penelitian.

Hasil penelitian yang disajikan seperti Processing, Engineering, and Applications; 2) Environment and Energy; serta 3) Multidisciplinary seperti Decision support system (DSS) & artificial intelligence (AI); Ergonomics; Industrial management; Operation research; Production system; Quality engineering & management; Supply chain management danEntrepreneurship/Technopreneurship.

Acara symposium ini juga sekaligus menyaksikan penandatangan MoU kerjasama antara IPB University dengan PT Global Digital Prima (GDP) Venture yang meliputi pendidikan, terutama seminar, lokakarya, dan magang; Penelitian dan pengembangan; Pengabdian kepada masyarakat; dan Pengembangan inovasi dan bisnis berbasis internet.

GDP Venture merupakan perusahaan pengembang usaha, yang berfokus pada komunitas digital, media, perdagangan, dan perusahaan solusi di industri internet konsumen Indonesia.

Dalam sambutannya Rektor IPB Prof Arif Satria menyampaikan bahwa Simposium ini merupakan wadah pertemuan untuk menghubungkan dan memutakhirkan hasil-hasil penelitian di kalangan mahasiswa, pakar dan ilmuwan bisnis, engineering and technology, praktisi dan pemerintah di kawasan Asia Tenggara.

Pada era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan pengembangan artificial intelligence (AI), pengembangan robot, teknologi informasi & sistem manajemen, bio-teknologi, big data, dan Internet of Things (IoT) diperlukan konektivitas negara-negara anggota ASEAN untuk mengintegrasikan kawasan ini ke dalam ekonomi global dalam rangka menciptakan pertumbuhan inklusif di era VUCA.

IPB University memilih untuk meningkatkan kapasitas di era disrupsi dengan menciptakan nilai-nilai bagi kesejahteraan bangsa.

Oleh karena itu kami mencurahkan upaya, membangun komitmen dan merumuskan konsep yang kami sebut sebagai Agro-Maritime 4.0 sebagai kerangka dasar.

Konsep ini juga dapat ditingkatkan dari tingkat nasional (Indonesia) ke regional (ASEAN), ujar Prof Arif Satria.

Pada kesempatan ini Dekan Sekolah Bisnis IPB (SB IPB) mengemukakan dalam sambutannya bahwa Simposium pertama ASEAN Business Engineering and Technology (ABEATS) dapat menjadi tonggak sejarah untuk berkolaborasi lebih baik di masa yang akan datang diantara universitas berbagai negara ASEAN.

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved