Breaking News:

Terungkap Sumber Kekuatan Ningsih Tinampi, Tim Beberkan Kegiatan Rutin Tiap Senin & Malam Jumat Legi

Pengobatan alternatif yang dilakukan Ningsih Tinampi memang menjadi viral di tengah masyarakat.

Penulis: khairunnisa | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Youtube channel Ningsih Tinampi
Ningsih Tinampi, seorang praktisi pengobatan alternatif asal Pasuruan Jawa Timur 

Hal itu dilakukan Ningsih Tinampi guna mendapatkan pasien yang ingin sembuh dari penyakitnya.

Sebab kala itu, Ningsih Tinampi sudah punya keyakinan bisa menyembuhkan segala jenis penyakit.

"Dulu kita minta-minta ke rumah sakit. Minta orang sakit untuk diobati (karena) merasa Bu Ning ini mampu mengobati segala penyakit," ungkap Ningsih Tinampi.

Pertemuannya dengan Stefan William Bikin Celine Evangelista Histeris, Natasha Wilona : Aku Gemetaran

Kesaksian Istri Pengusaha Sebelum Suami Lompat dari Lantai 4 Mal Surabaya: Lebih Parah dari Biasanya

Penghasilan Ningsih Tinampi Disumbangkan Kembali ?

Selain bicara soal kekautan Ningsih Tinampi, Bisri Mustofa juga membeberkan soal penghasilan Bu Ning.

Dalam tayangan tersebut, Bisri Mustofa mengaku bahwa Ningsih Tinampi selama ini memang kerap membagi-bagikan penghasilannya dari mengobati orang lain untuk kaum yang membutuhkan.

Ningsih Tinampi, paranormal terkenal asal Jawa Timur
Ningsih Tinampi, paranormal terkenal asal Jawa Timur (kolase youtube Ningsih Tinampi)

Bagi-bagi atau sedekah itu rutin dilakukan Ningsih Tinampi setiap hari senin atau malam jumat legi.

Tim dan Ningsih Tinampi mengaku setiap waktu yang sudah ditentukan itu mereka rutin membagi-bagikan beras hingga sembako.

"Iya, iya. Jadi kita setiap hari Senin, setiap malam jumat legi kita bagi-bagi. Setiap malam jumat legi itu hampir dua ton beras itu dibagi-bagi. Sembako, beras minyak," pungkas Bisri Mustofa.

Pun ketika ada inovasi yang dilakukan di pengobatan Ningsih Tinampi.

Diakui Bisri Mustofa, Ningsih Tinampi akan menyisihkan sebagian penghasilannya untuk berbagi kepada anak yatim dan kaum yang membutuhkan.

"Sekarang ada terobosan, inovasi lah, biayanya Rp 1,5 juta. Nah itu, sebagian untuk itu, sebagian untuk dibagi-bagi lagi ke fakir miskin, yatim piatu, kaum duafa. Kemarin kami juga ke SMK 1 Gempol sama ke Gresik, kita bagi ke sana," akui Bisri Mustofa.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved