Breaking News:

Borderline Economic Summit 2019

Hadiri BES 2019, Wali Kota Bekasi Singgung Banjir dan Pencemaran Air: Anugerah Luar Biasa dari Bogor

Rahmat Effendi turut hadir dalam acara Borderline Economic Summit (BES) 2019 di Hotel Royal Tulip Gunung Geulis Resort, Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat menghadiri acara Borderline Economic Summit (BES) 2019 di Hotel Royal Tulip Gunung Geulis Resort, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (12/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SUKARAJA - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi turut hadir dalam acara Borderline Economic Summit (BES) 2019 di Hotel Royal Tulip Gunung Geulis Resort, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (12/12/2019).

Dalam paparannya di atas panggung dalam acara ini, Rahmat secara blak-blakan singgung soal banjir serta pencemaran air kiriman dari Bogor.

Di hadapan Bupati Bogor Ade Yasin, bahkan dia menyebut bahwa semua itu adalah anugerah yang luar biasa.

"Kota Bekasi ini menerima semacam anugerah yang luar biasa dari Bogor, Kabupaten Bogor. Jadi pada saat dia hujan, di dua bukit saja, di Sentul sama Cikeas, masuk ke kali bekasi, yang kena Vila Nusa Indah (banjir)," kata Rahmat Effendi.

Dia mengatakan bahwa banjir kiriman itu seakan-akan ingin sekali masuk ke Kali Bekasi karena tak pernah disentuh oleh Bupati Bogor.

Selain itu, Rahmat juga menyinggung aliran sungai di Bekasi kian tercemar.

"Bukit Hambalang turun ke Kali Cileungsi dengan segala dinamika pabriknya maka sungai Kali Bekasi hitam pekat. Air itu padahal dibutuhkan untuk PAM air minum Kota Bekasi," kata Rahmat.

Dia menjelaskan bahwa permasalahan ini sudah jadi pembicaraan sejak lama, bahkan sejak di masa jabatan Bupati Bogor Nurhayanti yang menjabat di periode sebelumnya.

Rahmat berharap bahwa dengan adanya BES 2019 ini, bisa memperkuat kerja sama antar pemerintah untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut.

"Jadi kebiasaan ini (BES) menurut saya adalah kebiasaan yang brilian. Mudah-mudahan menjadi roll, mode bagi daerah lain dan tentunya mengetuk Pak Presiden dan mengetuk Pak Gubernur DKI terutama Pak Gubernur Jawa Barat.

Tidak bisa lagi Pak Gubernur mengendalikan satu kota ke kota lain tanpa ada sinergitas yang luar biasa. Karena Jawa Barat khususnya yang berdampingan dengan DKI, kalau cara berpikirnya text book, tidak think out of the box, tidak akan pernah menyelesaikan persoalan. Pak Wali Kota Bogor bilang, untuk melakukan butuh dua tahun. Dua tahun ini sudah separuh masa jabatan, jadi kita sulit menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan besar," ungkap Rahmat.

Diketahui, acara BES 2019 ini melibatkan 12 pemerintah daerah yang wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Bogor.

Selain Wali Kota Bekasi, dalam acara ini hadir pula Wali Kota bogor Bima Arya, Wali Kota Depok Muhammad Idris dan Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Wakil Ketua DPRD Jabar Ahmad Ruyat juga turut hadir dalam acara ini.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved