Kuliner Bogor

Kue Rangi Tetap Eksis dengan Aroma Asap dari Arang

Kebanyakan pedagang kue rangi masih bertahan dengan kekhasannya yang menjual jajanan ini dengan gerobak dorong.

Kue Rangi Tetap Eksis dengan Aroma Asap dari Arang
TribunnewsBogor.com/Tsaniyah Faidah
Kue Rangi

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tsaniyah Faidah

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Perubahan tren kue menjadi lebih modern, tak membuat pedagang kue rangi berhenti bertahan.

Buktinya, kuliner khas Betawi ini masih tersebar di beberapa wilayah sekitar Jakarta, tak terkecuali Bogor.

Kebanyakan pedagang kue rangi masih bertahan dengan kekhasannya yang menjual jajanan ini dengan gerobak dorong.

Keberadaan kue rangi di zaman ini, sepertinya bisa menjadi obat rindu bagi generasi tua yang dihadapkan pada jajanan kekinian.

Pedagang kue rangi di bilangan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Soleh mengatakan, meski zaman telah modern, namun bahan bakar untuk memasak kue rangi tetap menggunakan arang.

Hal tersebut dilkukan untuk menjaga aroma dan rasa khas yang diciptakan dari jajanan tradisional ini.

"Kalau tidak pakai kayu bakar, hilang aromanya. Justru aroma asap itu ciri khasnya kue rangi," kata dia, Kamis (12/12/2019).

Tangan Soleh nampak gesit saat membuat pesanan kue rangi dari pelanggannya.

Adonan yang dipakai untuk membuat kue rangi adalah tepung sagu, kelapa parut, dan garam.

Setelah kurang lebih 3/4 matang adonan dimasak dalam cetakan, bagian permukaan kue diolesi gula aren yang telah dicairkan kental.

Tidak butuh waktu lebih dari 5 menit untuk menunggu kue rangi matang.

Anda sudah bisa menikmati jajanan ini setelah teksturnya berubah agak kering dan pinggirannya berwarna kecokelatan.

Bagi pecinta makanan manis, kue rangi mungkin cocok bagi lidah Anda.

Makanan ini mempunyai tektur renyah dan terasa manis dari gula aren yang mendominasi

Penulis: Tsaniyah Faidah
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved