Pengendara Moge Ditahan

BREAKING NEWS - Pengendara Harley Davidson yang Menabrak Nenek Aisah Ditahan Polisi

Akibat kecelakaan tersebut Siti Aisah meninggal dunia dan cucunya masih mendapatkan perawatan di rumah sakit.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Polresta Bogor Kota menetapkan HK pengemudi Harley Davidson dengan nomer polisi B 4754 NFE sebagai tersangka.

HK ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga lalai saat mengendarai motor gede hingga menabrak dua orang pejalan kaki Nenek Aisah dan cucunya AS (5) di Jalan Raya Pajajaran di sebrang Halte PMI Kota Bogor pada Minggu (15/12/2019) pagi.

Akibat kecelakaan tersebut Siti Aisah meninggal dunia dan cucunya masih mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Identitas Pengendara Moge yang Tabrak Nenek Aisah Hingga Tewas Terungkap, Tertulis Pegawai BUMN

Dokter RS PMI Bogor Ungkap Kondisi Bocah 5 Tahun yang Ditabrak Moge saat Nyebrang Bareng Neneknya

Keluarga dan kerabat berdatangan melayat ke rumah Nenek Aisah yang meninggal dunia ditabrak moge, Minggu (16/12/2019)
Keluarga dan kerabat berdatangan melayat ke rumah Nenek Aisah yang meninggal dunia ditabrak moge, Minggu (16/12/2019) (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser mengatakan bahwa HK sudah ditetapkan tersangka dalam waktu satu kali dua puluh empat jam.

"Tersangka sudah kita tahan kemudian proses hukum yang lain sudah berlanjut dan barangbukti yang lain sudah kita tahan dan sekarang sedang berlanjut pemenuhan dan berkas perkara, inisialnya HK warga Bogor,"katanya saat ditemui di Kantor Polresta Bogor Kota Jalan KS Tubun, Kota Bogor, Senin (16/12/2019).

Nasib Pengendara Harley Davidson yang Tabrak Nenek Aisah Hingga Tewas, Keluarga Korban Pasrah

Moge yang Tabrak Nenek di Bogor Hingga Tewas Dikendarai sosok Misterius, Sang Cucu Giginya Rontok

Kombes Pol Hendri Fiuses menjelaskan bahwa tersangka terancam pasal 310 undag undang lalu lintas.

"Kemarin kan satu kali dua pluluh empat jam statusnya kan masih tersangka sekarang kan dilakukan penahanan, ancaman hukumannya 6 tahun penjara karena melanggar pasal 310 uu lalu lintas ya,"ucapnya.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved