Sepanjang Tahun 2019, 754 Kejadian Bencana Alam Terjadi di Kabupaten Bogor, 6 Orang Tewas

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Yani Hasan mengatakan bahwa data itu terhitung dari awal Januari sampai Desember.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Longsor proyek double track di Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Sabtu (16/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Sepanjang tahun 2019, Kabupaten Bogor telah dilanda sebanyak 754 kejadian bencana alam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Yani Hasan mengatakan bahwa data itu terhitung dari awal Januari 2019 sampai Desember 2019.

"Jumlahnya 754 kejadian, terdiri dari tanah longsor, banjir, angin kencang dan lain-lain," kata Yani Hasan kepada TribunnewsBogor.com.

Yani mendeskripsikan bahwa dari angka itu diantaranya peristiwa longsor 180 kejadian, banjir 48 kejadian, angin kencang 225 kejadian dan bencana lain-lain seperti kebakaran, tenggelam dan lainnya 301 kejadian.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Yani Hasan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Yani Hasan. (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Sementara korban jiwa akibat bencana alam terhitung ada 6 orang di sepanjang tahun 2019 ini.

"Korban jiwa 6 orang, itu 2019. Ada yang tenggelam, tertimpa pohon dan lain-lain," kata Yani Hasan.

Yani menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Bogor untuk lebih waspada ketika cuaca buruk melanda.

"Kalau lagi hujan, lagi naik motor, berhenti jangan maksain, termasuk saat angin kencang. Terus, sebenarnya kalau longsor tidak tiba-tiba, sebelumnya di daerah itu sudah ada tanda-tanda retakan, pohon-pohon miring, itu tanda-tandanya," ungkap Yani Hasan.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved