Breaking News:

Tolak Ekspor Benih Lobster, Dedi Mulyadi Sebut Untung Hanya untuk Jangka Pendek

Dedi Mulyadi tidak setuju pemerintah, terutama Kementerian Kelautan dan Perikanan, untuk mengekspor benih lobster ke Vietnam.

Editor: Vivi Febrianti
KOMPAS.com/Putra Prima Perdana
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi tidak setuju pemerintah, terutama Kementerian Kelautan dan Perikanan, untuk mengekspor benih lobster ke Vietnam.

Sebab, menjual benih lobster ke luar negeri akan sangat merugikan.

Menurut Dedi Mulyadi, ekspor baby lobster memang akan mendapat keuntungan ekonomi.

Namun, sifatnya jangka pendek. Ketika anak lobster itu diekspor ke Vietnam, lalu negara itu mendapat peluang untuk budi daya dan rekayasa genetika sehingga menghasilkan bibit unggul lobster.

Maka nanti Indonesia malah jadi pengimpor lobster.

"Kalau seperti ini (impor baby lobster), maka Indonesia malah akan menjadi pengimpor dari Vietnam. Sebab, ada kemungkinan besar Vietnam melalukan rekayasa genetika lobster sehingga menghasilkan lobster kualitas unggul," kata Dedi Mulyadi saat dihubungi, Minggu (15/12/2019).

Dedi Mulyadi mengatakan, Vietnam saat ini mengalami percepatan pembangunan dalam berbagai bidang, Mulai dari pendidikan, pertanian, perikanan hingga pengelolaan kayu.

Bahkan, kayu furniture Vietnam menjadi produk terbaik di Asia Tenggara.

"Jadi kalau baby lobster dijual ke Vietnam, kita malah akan memberi peluang kepada mereka untuk mengembangkannya. Misalnya dengan cara kawin silang. Kita nanti akan kalah dengan Vietnam soal lobster," ujar anggota DPR dari Fraksi Golkar ini.

Selain itu, lanjut Dedi, benih lobster yang dijual harganya akan murah.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved