Breaking News:

Film Horor 'Hantu di Rumah Kos' Ambil Latar Landscape di Kota Bogor

Film horor berjudul Hantu di Rumah Kos akan mengambil beberapa latar pembuatan film di Kota Bogor.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Syukuran film hantu di Rumah Kos, Jumat (20/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Film horor berjudul Hantu di Rumah Kos akan mengambil beberapa latar pembuatan film di Kota Bogor.

Produser Pelaksana film hantu di rumah kos, Adi Yasa menutur kan bahwa cerita film horor tersebut berawal dari sebuah novel ditulis oleh Dini W Tamam dan Erby S.

"Jadi ini menceritakan kisah seorang mahasiswa yang baru lulus sekolah bernama Renata dan dia orang Sumatera, Renata melanjutkan kuliah di Bogor Universitas Pakuan setibanya di rumah kos, ternyata banyak misterinya," katanya Kamis  (19/12/2019) sore.

Adi Yasa menjelaskan bahwa nantinya dalam film tersebut tidak hanya menampilkan sebuah penampakan dan mengagetkan tapi juga ada beberapa adegan yang menampilkan sebuah landscape Kota Bogor.

Adi menjelaskan, banyak adegan yang dilakukan di Kota Bogor diantaranya di Wisma Rengganis, tempat kos yang disebut horor dan beberapa taman di Kota Bogor.

Sementara itu Pemeran dalam film tersebut diantaranya adalah beberapa tokoh di Kota Bogor.

"Untuk anggota DPRD Kota Bogor dalam film ini adalah kameo, kameo itu bintang utama yang tampil hanya satu scene dengan durasi kurang lebih satu sampai lima menit, Kameo kami cuman dua yaitu bapak Jaenal Mutaqin dan Safrudin Bima," katanya.

Keduanya pun akan berperan sebagai dosen.

"Targetnya 10 hari syuting dan insya Allah April Mei paling telat Juni bisa masuk ke 21 Cinemana, Artis yang saya datangkan Davina Karamoy, Rendy Ramadhani, Dita Pricilla dan pemain senior Yanti Surachman, Piet Pagau dan Lutfi Hakim, kami juga melibatkan mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Pakuan (Unpak) agar mengetahui dunia perfilman," katanya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, dirinya mendukung film horor yang berlatar belakang tempat di Kota Bogor, dirinya berperan sebagai dosen.

"Ada sedikit dialog dengan mahasiswa dan mahasiswi, nah ini, seharusnya apabila ada film yang syuting di Kota Bogor perlu adanya keterlibatan pejabat menjadi pemeran dalam film sehingga dalam perizinan bisa bantu juga bisa menambah promosi icon Kota Bogor," ujarnya.

Ditempat yang sama Ketua Komisi I DPRD Safrudin Bima yang juga ikut menjadi aktor, mengatakan bahwa DPRD perlu mendukung adanya film tersebut dikarenakan sebagai upaya untuk mempromosikan Kota Bogor.

"Banyak lokasi syuting di Kota Bogor diantaranya Syuting di Rengganis dan kampus tapi kan ada Lawang Salapan dan Tugu Kujang, ini bisa makin booming icon Kota Bogor ini, sehari-hari saya basic nya dosen jadi tidak terlalu sulit, saya berperan menjadi Dosen Dadang," katanya.

Rencananya film tersebut akan diputar di layar lebar pada sekitar bulan April atau Juni.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved