Breaking News:

Jokowi Ingatkan yang Suka Impor Gas, Fahri Hamzah: Kedengarannya Ada Orang Lebih Kuat dari Presiden

Pada pidato Jokowi soal mafia migas, Fahri Hamzah menilai ada sosok orang kuat di belakang presiden.

Kompas TV/Kompas.com
pidato Jokowi dan Fahri Hamzah 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM — Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai ada sosok kuat di belakang Presiden RI Joko Widodo.

Bahkan menurut Fahri Hamzah, sosok ini lebih kuat dari Jokowi.

Hal itu disampaikan Fahri Hamzah ketika mendengar video pernyataan Jokowi soal mafia migas.

Hal itu disampaikan Jokowi saat Musyawarah RPJMN 2020-2014 di Istana Negara, Senin (16/12/2019) lalu.

Pada video itu, Jokowi terlihat berapi-api menyampaikan soal pihak yang sering impor gas.

Raut wajah Jokowi tampak menegang dan alisnya pun tampak naik.

Sepertinya dari raut wajah itulah, Fahri Hamzah menilai adanya sosok di belakang Jokowi yang lebih kuat.

Presiden Joko Widodo meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). Jokowi mengaku puas setelah meninjau lokasi tersebut yang nantinya akan dibangun kluster pemerintahan, termasuk Istana Kepresidenan.
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). Jokowi mengaku puas setelah meninjau lokasi tersebut yang nantinya akan dibangun kluster pemerintahan, termasuk Istana Kepresidenan. (ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY)

Sehingga tampak bahwa Jokowi tak kuasa menindak pelaku yang sering impor gas dan hanya mampu mengingatkan saja.

Desain Ibu Kota Negara Baru Pemenang Sayembara, Ini Penampakan Istana Presiden dan Danau Pancasila

Isi Puisi Alief Rindu, Mahasiswa yang Tewas di Goa Lele, Dosen Sastra : Ada Diksi yang Menggetarkan

"Lah ini yang seneng impor, bukan saya cari.

Sudah ketemu siapa yang seneng impor.

Sudah ngerti saya.

Saya ingatkan bolak-balik, kamu hati-hati.

Saya ikuti kamu, jangan halangi orang ingin membikin batu bara jadi gas gara-gara kamu senang impor gas!,” kata Jokowi dengan nada serius.

Video itu kemudian ditanggapi oleh Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah pun menilai ada sosok yang lebih kuat di belakang Jokowi.

Namun ia tak menyebut siapa sosok tersebut.

“Kedengarannya ada orang kuat...

yg lebih kuat dari presiden..,” tulis Fahri Hamzah.

Gaya Ahok Tolak Pinggang saat Berbincang dengan Presiden, Pakar Ungkap Sosok BTP di Mata Jokowi

Bahaya Politik Incar Ahok dan Jokowi di Tahun 2020, Paranormal Gus Robin: Sedang Diincar Oknum

Sementara itu, dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com, Jokowi mengaku geram pembangunan kilang minyak yang sudah diwacanakannya sejak 2014 atau awal periode pertamanya tak juga kunjung selesai.

Dalam beberapa kesempatan, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuding ada mafia migas yang menghambat pembangunan kilang di Indonesia.

Jokowi menyebut ada pihak-pihak yang hobi impor migas dan mengeruk untung besar.

Tingginya impor membelit keuangan negara yang membuat defisit neraca perdagangan migas.

Tekad untuk memberantas mafia migas yang dituding sebagai penyebab defisitnya neraca perdagangan Indonesia, sudah berulang kali disampaikan Jokowi.

"Lah ini yang seneng impor, bukan saya cari. Sudah ketemu siapa yang seneng impor. Sudah ngerti saya," kata Jokowi saat Musyawarah RPJMN 2020-2014 di Istana Negara, Senin (16/12/2019).

Mafia migas tuding Jokowi, bermain di banyak sektor demi mengeruk keuntungan dari impor BBM.

Dia mencontohkan, mafia migas ikut berperan menghambat pengolahan batu bara yang melimpah di Indonesia menjadi gas, sehingga negara ini terpaksa terus bergantung pada impor migas.

"Saya ingatkan bolak-balik, kamu hati-hati. Saya ikuti kamu, jangan halangi orang ingin membikin batu bara jadi gas gara-gara kamu senang impor gas," kata Jokowi.

Ia menyebutkan, pihak yang suka impor itu pernah mengungkapkan kekhawatiran apabila Indonesia telah berhasil memproduksi gas sendiri.

Mahfud MD Sebut Perpres Dewan Pengawas KPK Sudah Diajukan ke Presiden Jokowi

Rocky Gerung Sebut Jokowi Ingin Lepas dari Bayang-bayang Megawati : Retak Kongsinya & Potensi Pecah

"Kalau ini bisa dibikin, sudah enggak ada impor gas lagi, saya kerja apa, Pak?' Ya terserah kamu. Kamu sudah lama menikmati ini," ujar Jokowi.

Masalah yang sama juga terjadi pada komoditas minyak.

Menurut dia, selama ini impor minyak Indonesia mencapai sekitar 700.000 sampai 800.000 barrel per hari.

Padahal, kata Jokowi, Indonesia memiliki banyak sumur minyak.

Hanya saja, instruksi Jokowi agar Indonesia membangun kilang minyak sampai saat ini belum berjalan.

"Kenapa enggak genjot produksi? Karena ada yang masih senang impor minyak. Sudah saya pelajari, enggak benar kita ini," kata dia.

Menurut Jokowi, impor yang besar ini karena jumlah kilang minyak sangat minim.

Dalam 34 tahun terakhir, Indonesia tak pernah lagi membangun kilang minyak.

Oleh karena itu, sesaat setelah dilantik bersama Jusuf Kalla pada akhir 2014, Jokowi langsung menginstruksikan jajarannya untuk membangun kilang minyak.

"Habis pelantikan yang pertama saya sampaikan, saya minta kilang ini segera dibangun. Tapi sampai detik ini, dari lima yang ingin kita kerjakan, satu pun enggak ada yang berjalan, satu pun," kata Jokowi.

Soal kilang minyak ini, Jokowi mengaku selama ini hanya diberi janji-janji palsu.

"Kemarin dijanjiin 2 tahun lagi, 3 tahun lagi. Saya enggak ngecek tiap hari kan. (Ternyata) enggak selesai satu persen pun," ujarnya.

Jokowi pun curiga belum berjalannya pembangunan kilang minyak ini karena selama ini banyak pihak yang diuntungkan dari impor minyak dan gas.

Untuk itu, saat ini Jokowi sudah meminta aparat penegak hukum mengawal pembangunan kilang minyak.

"Ini saya tungguin betul, saya sudah minta Kapolri, Jaksa Agung ikut nungguin, nanti saya minta KPK ikut tungguin. Harus rampung pekerjaan besar ini," kata Kepala Negara. (TribunnewsBogor.com/Kompas.com)

Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved