Breaking News:

Bus Tanpa Rem Hendak ke Puncak Diberhentikan, Polisi Imbau Penyedia Kendaraan Utamakan Keselamatan

AKP Fadli Amri menghimbau kepada para pengusaha penyedia kendaraan khususnya bus angkutan dan truk barang.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
polisi berhentikan bus tanpa rem yang akan melintasi Puncak 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG - Kasat Lantas Polres Bogor AKP Fadli Amri mengimbau kepada para pengusaha penyedia kendaraan khususnya bus angkutan dan truk barang untuk lebih memperhatikan kelaikan kendaraannya sebelum digunakan.

Hal itu mengingat baru-baru ini pihaknya mendapati bus tanpa rem yang hendak ke kawasan Puncak Bogor.

"Jangan memikirkan keuntungan semata dan melupakan keselamatan," kata AKP Fadli Amri, Rabu (25/12/2019).

Kepada para pengemudi, kata Fadli, diimbau untuk melapor ke atasannya apabila menemukan kendaraan yang tak laik jalan.

Serta tolak tugas jalan apabila diperintahkan mengunakan bus atau truk angkutan yang tidak laik tersebut.

"Apabila dipaksa, silahkan laporkan ke kami. Kami nanti akan jemput bola datang ke perusahaan tersebut dan ibaratnya kita berikan peringatan dan imbauan sehingga kendaraan-kendaraan yang berada di jalan raya itu kendaraan laik," ungkap Fadli.

Fadli menjelaskan bahwa pelaporan ini bisa dilakukan melalui akun Instagram TMC Polres Bogor termasuk nomor yang bisa dihubungi di akun tersebut.

Diberitakan sebelumnya, dua kendaraan diamankan polisi saat hendak menuju kawasan Puncak Bogor saat momen libur Natal 2019, Rabu (25/12/2019).

Kedua kendaraan tersebut adalah bus angkutan umum dan truk angkutan barang.

Keduanya terjaring dalam giat ramcek Satlantas Polres Bogor bersama Dishub Kabupaten Bogor di Tol Jagorawi KM. 45.

"Tadi ada satu bis dan truk juga yang bannya gundul dan hand remnya (rem tangan) tidak terpasang," kata Kasat Lantas Polres Bogor AKP Fadli Amri kepada wartawan, Rabu (25/12/2019).

Kendaraan tersebut kata Fadli, terpaksa sementara diamankan sampai diperbaiki oleh pemilik kendaraan yang bersangkutan.

"Kendaraan-kendaraan tersebut kita tahan sampai dengan dibenerin baru boleh jalan. Kita berharap semua kendaraan yang mengarah ke Jalur Puncak itu adalah dalam kondisi laik dan sehat. Mengingat Jalur Puncak memiliki karakteristik berbeda dengan jalur perkotaan, dia naik dan turun, jadi harus sehat," kata Fadli.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved