Breaking News:

Bus Sriwijaya Masuk Jurang

Cerita Puja Malam Sebelum Bus Sriwijaya Masuk Jurang, Ibunya Janji Beli Ini di Palembang

Nyimas dimakamkan di TPU Talang Kerangga, sementara Raisa di TPU Bukti Lama, Kecamatan Makrayu, Palembang.

Kompas.com
Puja (18) menujukkan foto ibu dan adiknya yang mnjeadi korban kecelakaan bus Sriwijaya yang jatuh ke jurang saat melintas di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Tengah , kota Pagaralam, Sumatera Selatan.(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA) 

Pagi setelah itu, ia pun dibuat terkejut setelah mendapatkan kabar bahwa bus Sriwijaya yang ditumpangi oleh ibu dan adiknya jatuh ke jurang.

Tanpa berpikir panjang, Puja yang saat itu sedang berada di Kota Prabumulih langsung menuju Palembang untuk pulang ke rumahnya di jalan KH Faqih Usman lorong Sintren, Kelurahan 3/4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang.

"Sepanjang jalan saya cuma bisa menangis, ingat ibu sama adik saya. Kami ada empat saudara, saya anak kedua, adik saya yang meninggal bungsu," ujar dia.

Puja akan menggantikan peran ibunya.

Di mana satu adiknya lagi saat ini masih sekolah dan duduk di bangku SMP.

"Kakak saya sudah menikah, satu adik saya masih sekolah. Sekarang saya yang akan gantikan ibu untuk mengurusnya," kata Puja.

Kecelakaan bus Sriwijaya yang jatuh ke jurang di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Tengah, telah menelan 35 korban jiwa dan 13 orang luka-luka.

Pihak kepolisian serta KNKT saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab bus tersebut terjun bebas ke jurang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Puja, Malam Sebelum Kehilangan Ibu dan Adik dalam Kecelakaan Bus Sriwijaya",

Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved