Kisah 2 Anak Yatim Penjual Bakpao, Diupah Rp 20 Ribu Sehari: Jualan Buat Bantu Emak

Kedua bocah ini merupakan anak yatim, sang ayah meninggal dunia karena tertabrak kereta.

Kisah 2 Anak Yatim Penjual Bakpao, Diupah Rp 20 Ribu Sehari: Jualan Buat Bantu Emak
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Deni dan Tya, bocah penjual bakpao di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (3/1/2020). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - 'Bakpao...bakpao..bakpao', teriak dua bocah yang terdengar dari kejauhan.

Suasana yang tak begitu ramai di Perumahan Bulak Rantai, Kramat Jati, Jakarta Timur, membuat Tya Wati (12) bersama adiknya, Denu Andria (6) semakin kencang berteriak.

Kedua bocah ini merupakan anak yatim, sang ayah meninggal dunia karena tertabrak kereta.

Setiap ada pengendara yang melintas tepat di depan mereka, keduanya segera berucap "bakpao murah pak/bu", sambil berharap ada yang membeli dagangannya.

Ketika jalanan mulai sepi, keduanya menyempatkan diri untuk bermain bersama dan melanjutkan berteriak ketika melihat pengendara yang melintas.

Diceritakan Tya, ia sudah berjualan bakpao sejak pertengahan tahun lalu.

Usai ayahnya meninggal dunia, sang Ibunda, Jas (33) bekerja banting tulang menghidupi dirinya dan 2 saudaranya.

Melihat kondisi Ibunya yang bekerja keras, Tya kerap menanyakan penyebab kematian sang ayah kepada Jas.

Pasalnya, Tya mengaku selama ini tak mengingat kenangan kecil bersama sang ayah.

"Mak, Bapak kemana?," ucap Tya.

Halaman
1234
Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved