Info Kesehatan

Waspada Serangan Penyakit Kulit Ini Pasca-banjir Jabodetabek

Penyakit kulit ini disebabkan tungau bernama Sarcoptes scabiei yang menimbulkan gatal-gatal.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Ilustrasi - Kondisi pemukiman warga di Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor pasca dilanda banjir, Kamis (2/1/2020). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Banjir yang melanda sejumlah daerah di Jabodetabek, sejak Rabu (3/1/2020), dapat berefek negatif pada kulit.

Melansir NCBI, jurnal Plos One memuat riset banjir dapat memengaruhi tingkat sanitasi lingkungan sekitar.

Selain itu, banjir juga dapat menyebarkan kontaminan ke area terdampak, sehingga mencemari sumber air bersih.

Ahli dari American Academy of Dermatology, Justin Bandino, menyebutkan dampak banjir sangat besar, termasuk menyerang kesehatan kulit.

"Setelah banjir, infeksi kulit dan jaringan lunak dapat berkembang ketika kulit yang terluka terkena air banjir yang mengandung limbah, bahan kimia, dan polutan lain," ucap Bandino, melansir Medical Xpress.

First Aid saat Banjir Penyakit kulit Melansir berbagai sumber, berikut penyakit kulit yang kerap menyerang korban banjir:

1. Skabies atau kudis

Minimnya pasokan air bersih saat banjir merupakan penyebab utama skabies atau kudis.

Penyakit kulit ini disebabkan tungau bernama Sarcoptes scabiei yang menimbulkan gatal-gatal.

Skabies bisa menyebar dengan cepat melalui kontak fisik.

Ucapan Belasungkawa Mantan Istri Teddy untuk Lina, Beri Doa untuk Mantan Sule : Yang Sudah Ya Sudah

BREAKING NEWS - Bunga Bangkai di Kebun Raya Mekar, Bima Arya Tutup Hidung saat Diminta Berpose

Halaman
123
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved