Breaking News:

Banjir Awal Tahun 2020

Anies Baswedan Sebut Kemampuan Pompa Mengalirkan Air Tak Seimbang dengan Curah Hujan yang Turun

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini menurutnya memiliki mein pompa air sebanyak 478 unit.

Kompas.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Rusunawa Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (3/1/2020).(KOMPAS.com/NURSITA SARI) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan curah hujan yang terjadi di Jakarta tidak sebanding dengan jumlah mesin pompa air yang dimiliki pihaknya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini menurutnya memiliki mein pompa air sebanyak 478 unit.

Dari 478 unit pompa air ini 122 di antaranya berupa pompa mobile dan tersebar di 126 lokasi.

"Dengan curah hujan yang esktrem, kemampuan pompa untuk mengalirkan hujan yang jatuh memang tidak seimbang. Itu faktanya," kata Anies Baswedan usai kerja bakti di daerah Kampung Makasar, Jakarta Timur, Minggu (5/1/2020).

Menurut dia, jumlah mesin pompa air yang berfungsi mengalirkan air hujan mustahil bekerja maksimal dibanding curah hujan yang tinggi.

"Tidak mungkin kami menyelesaikan kerja dengan kapasitas yang ada. Jangan sampai pompa menjadi gagal di jalan," kata Anies.

Dia menuturkan, cara kerja pompa air tersebut dilakukan bergantian.

"Artinya tidak semuanya digunakan secara waktu yang bersamaan. Misal dipasang 10, pada saat yang sama cuma tujuh (yang kerja), tiga istirahat," jelas Anies.

"Nanti bergantian lagi, istirahat. Semata-mata supaya tidak terjadi kegagalan pompa, tapi sistemnya sudah ada," lanjutnya.

Kemudian, antara jumlah pompa air dengan curah hujan yang jatuh di wilayah Jakarta membuatnya tak seimbang.

Halaman
1234
Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved