Bogor Diterjang Longsor

Tinjau Lokasi Longsor, Jokowi Ingin Akses ke Daerah Terisolir di Sukajaya Bogor Segera Dibuka

Akses jalan di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor yang tertutup akibat longsor menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tinjau Lokasi Longsor, Jokowi Ingin Akses ke Daerah Terisolir di Sukajaya Bogor Segera Dibuka
Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Akses jalan di Kawasan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Minggu (5/1/2019). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Akses jalan di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor yang tertutup akibat longsor menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi bahkan langsung menginstruksikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Kepala BNPB Doni Monardo agar akses menuju Kecamatan Sukajaya itu segera dibuka.

Hal itu disampaikan Presiden saat meninjau lokasi bencana banjir dan longsor di Kecamatan Sukajaya dari udara sebagaimana disampaikan Kepala BNPB Doni Monardo kepada Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

"Bapak Presiden memberikan instruksi kepada kami untuk melakukan berbagai upaya agar secepatnya akses ke desa-desa yang terisolir segera terbuka sehingga bantuan dapat segera disalurkan,” kata Doni.

Presiden Joko Widodo bersama rombongan, pagi tadi, Minggu 5 Januari 2020, berangkat menuju Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor dengan menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU.

Rombongan Presiden yang terdiri dari tiga helikopter lepas landas dari Pangkalan TNI AU Atang Sendjaja, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada pukul 08.15 WIB.

Pada pukul 08.30 WIB, dua helikopter yang ditumpangi oleh perangkat kepresidenan dan membawa bantuan logistik untuk pengungsi berhasil mendarat terlebih dahulu di helipad Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Prosedur pendaratan ini sudah sesuai dengan prosedur tetap penerbangan VVIP dimana helikopter VVIP mendarat setelah dua helikopter lainnya mendarat.

Pada saat akan mendarat, cuaca berubah sangat ekstrem dan berkabut tebal sehingga mengakibatkan berkurangnya jarak pandang yang tidak memenuhi standar penerbangan VVIP dan ditambah kondisi sekitar yang merupakan daerah perbukitan.

Akhirnya pilot helikopter yang membawa Presiden, Letkol Pnb Yosep Frits memutuskan untuk tidak mendarat.

Halaman
123
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved