Jembatan Jambu Dua Kota Bogor Dinilai Perlu Diperbaiki, Ini Kata Bima Arya

Ditengah kondisinya yang mulai terkikis Jembatan Jambu Dua harus menahan luapan air Sungai Ciliwunh saat Bendung Katulampa Siaga 1.

Jembatan Jambu Dua Kota Bogor Dinilai Perlu Diperbaiki, Ini Kata Bima Arya
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Jembatan Satu Duit di dekat Plaza Jambu Dua Kota Bogor bergetar terkena arus deras Sungai Ciliwung yang meluap 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kondisi di bawah Jembatan Situ Duit Plaza Jambu dua sudah terkikis.

Di tengah kondisinya yang mulai terkikis, Jembatan Jambu Dua harus menahan luapan air Sungai Ciliwung saat Bendung Katulampa Siaga 1.

Pada Februari 2018 dan April 2019, Jembatan Situ Duit Plaza Jambu Dua sempat ditutup sementara lantaran kondisinya bergetar ketika diterjang aliran Sungai Ciliwung saat Tinggi Muka Air Bendung Katulampa Siaga 1.

Saat dikonfirmasi mengenai kondisi Jembatan Situ Duit Plaza Jambu Dua untuk antisipasi luapan air Sungai Ciliwung, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa jembatan tersebut perlu diperbaiki.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto dan Sekda Kota Bogor.
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto dan Sekda Kota Bogor. (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa pihaknya sudah pernah mengajukan perbaikan Jembatan Plaza Jambu Dua ke Pemerinrah Provinsi dan Pemerintah Pusat.

"Iya sudah memang Jambu Dua kemudian MA salmun, Sempur harus diperbaiki segera yang kita prioritaskan kan Otista kemudian kita sudah ajukan untuk Jambu Dua dan MA Salmun tapi kita mninta bantuan ke provinsi dan pusat," katanya Selasa (7/1/2020).

Namun demikian untuk mengantisipasi bencana alam saat tingginya curah hujan, Bima Arya memerintahkan agar aparatur wilayah siaga.

"Semua harus waspada, camat, lurah harus siaga identifikasi titik rawan siapkan posko bencana kemudian di forum itu saya pesankan untuk lakukan pemetaan bencana dilakukan bersama sama," katanya.

Ia pun meminta agar pemantauan Katulampa bisa dilakukan secara digital.

"Kalau kemarinkan di Katulampa kan butuh waktu bagi saya untuk update kondisinya, tapi kalau kita punya peta rawan bencana kemudian bisa masuk ke situ sistemnya bisa langsung cek daerah mana yang terdampak, karena diinput di sana, kita akan bangun sistem itu," ujarnya.

Di sisi lain, Bima Arya Sugiarto mengklaim bahwa titik banjir di Kota Bogor sudah berkurang.

"Titik banjir berkurang dari tahun lalu mudah-mudahan ini karena naturalisasi Ciliwung dan pengurangan sampah yang signifikan," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved