Kondisi SDN Cirimekar 02 Bogor Setelah Ambruk Tersapu Angin Kencang, Tenda Darurat Didirikan

Tidak hanya banjir dan longsor, angin kencang juga melanda Kabupaten Bogor pada hari pertama tahun baru 2020.

Kondisi SDN Cirimekar 02 Bogor Setelah Ambruk Tersapu Angin Kencang, Tenda Darurat Didirikan
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kondisi SDN Cirimekar 02 Bogor setelah ambruk tersapu angin kencang, Selasa (7/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Tidak hanya banjir dan longsor, angin kencang juga melanda Kabupaten Bogor pada hari pertama tahun baru 2020.

Akibatnya, sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Cibinong, Kabupaten Bogor, SDN 02 Cirimekar ambruk.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Selasa (7/1/2020), atap kelas dan bagian tembok samping bangunan ambruk.

Material baja ringan, genting, serta material beton berserakan di dalam kelas.

Sejumlah buku pelajaran pun terpantau dijemur guru di halaman sekolah.

Sebab, peristiwa itu terjadi saat hujan deras pada Rabu (1/1/2020) pagi.

"Gak ada korban, kejadiannya sekolah sedang libur, kejadiannya juga jam 05.30 WIB, abis malam tahun baru. Kebetulan tanggal 31 Desember sorenya angin kencang dan hujan sampai pagi," kata guru SDN Cirimekar 02, Dewi Lestari kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (7/1/2020).

Kondisi SDN Cirimekar 02 Bogor setelah ambruk tersapu angin kencang, Selasa (7/1/2019).
Kondisi SDN Cirimekar 02 Bogor setelah ambruk tersapu angin kencang, Selasa (7/1/2019). (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Dia menjelaskan bahwa pada Senin (6/1/2020) merupakan hari masuk sekolah setelah libur panjang.

Namun, sebanyak 210 siswa di SD ini tetap masuk mengikuti pelajaran di teras kelas yang masih dianggap aman serta sebuah tenda di halaman sekolah.

Beberapa kelas terpantau tetap berdiri kokoh tak terkena dampak angin kencang ini.

Namum pihak sekolah tetap tidak menggunakan kelas tersebut untuk proses belajar mengajar.

"Tanggal 6 itu kita masuk tetap, cuma kita dapat bantuan dari Kemendikbud pusat berupa tenda, jadi kita bagi dua. Kelas 4, 5 dan 6 itu di tenda, kelas 1, 2 dan 3 itu masih di pinggir-pinggirnya, di teras. Karena ditakutkan nanti membahayakan siswa, akhirnya tidak digunakanlah itu kelas," katanya.

Dia menjelaskan bahwa pada Kamis (9/1/2020) mendatang, sebanyak 210 siswa ini akan digabung belajar di gedung sekolah lain yakni di SDN Cirimekar 01 sesuai arahan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved