Sukajaya Diterjang Longsor

Menembus Lokasi Terisolir di Sukajaya Bogor, Tempat Ribuan Pengungsi Dikepung Puluhan Titik Longsor

Ada 7 desa diantaranya terisolir karena terkepung puluhan titik longsor yang menutupi akses jalan yang berada di wilayah Kecamatan Sukajaya.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kondisi jalan pasca Lokasi longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jumat (3/1/2020). 

Kondisi kampung ini juga kami dapati laiknya kampung mati setelah ratusan warganya pergi mengungsi.

Tidak hanya itu, di hari ketiga pasca bencana, ratusan warga korban longsor yang mengungsi di rumah-rumah yang tersisa di kampung ini harus bertahan tanpa bantuan apapun karena akses jalan yang sulit.

Tidak ada posko, tidak asa tenda darurat, bahkan kami tidak menemukan petugas yang melakukan evakuasi apapun.

Selama tiga hari, mereka satu sama lain saling berbagi makanan yang ada demi bertahan hidup.

Sampai akhirnya, jelang sore hari, ratusan warga di kampung ini mendapat sedikit bantuan dari sejumlah pejabat Pemkab Bogor yang datang untuk melakukan survey ke lokasi longsor di kampung ini.

Menuju pengungsian paling terisolir, Desa Pasir Madang

Di Desa Sukajaya, hari itu kami mendapati informasi dari masyarakat bahwa masih ada desa lain yang cukup terisolir, yakni Desa Pasir Madang yang masih masuk Kecamatan Sukajaya.

TribunnewsBogor.com pun melanjutkan perjalanan ke desa tersebut.

Akses menuju desa ini, terpantau sama sekali tidak bisa dilewati kendaraan roda dua.

Longsor yang menutupi akses jalan menuju desa ini terpantau berukuran cukup besar sehingga warga pun kesulitan untuk membuka akses jika hanya dengan menggunakan perkakas biasa.

Kondisi medan jalan untuk menuju Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Minggu (5/1/2020).
Kondisi medan jalan untuk menuju Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Minggu (5/1/2020). (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Atas informasi warga, kami pun melakukan perjalanan dengan cara jalan kaki melalui jalan setapak.

Cuaca hujan deras yang kembali mengguyur mengurungkan niat separuh dari rombongan kami untuk melanjutkan perjalanan.

Meski begitu, perjalanan TribunnewsBogor.com ke lokasi tetap dilanjutkan demi mengetahui kondisi para pengungsi di Desa Pasir Madang.

Dalam perjalanan, kami harus memutar melalui perbukitan dan melintasi jalanan terjal berlumpur dan licin.

Selain itu kami harus melintasi jembatan darurat terbuat dari bambu serta kami harus melewati gunungan lumpur longsor yang menutup akses jalan.

Sedikitnya ada tiga titik lokasi longsor yang harus kami lewati untuk menuju lokasi.

Karena hujan yang deras, terkadang kami memilih berlari kencang saat melintasi lumpur titik longsor dikhawatirkan, hujan yang turun mengundang longsor susulan.

Butuh waktu tempuh 2 jam lamanya berjalan kaki untuk menjangkau ke lokasi tujuan kami.

Karena perjalanan naik turun bukit ini cukup menguras tenaga dan lambat, perjalanan kami memakan waktu hampir 3 jam untuk sampai ke lokasi.

Di Desa Pasir Madang sendiri ada 6 kampung mati atau kampung yang ditinggal warganya karena terdampak longsor.

Ada sekitar 1000 warga mengungsi di dua lokasi yakni di sebuah masjid dan kantor desa.

Kantor Kecamatan Sukajaya yang terletak di desa ini juga lumpuh karena ikut terisolir.

Para pengungsi menyebut bahwa di hari ketiga pasca longsor itu, belum ada satu pun bantuan yang datang.

Harus berjalan kaki saat menuju lokasi pengungsian paling terisolir di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya karena akses jalan terputus akibat longsor
Harus berjalan kaki saat menuju lokasi pengungsian paling terisolir di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya karena akses jalan terputus akibat longsor (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Untuk bertahan hidup, mereka menggunakan stok makan yang tersisa dan makanan yang bisa diselamatkan dari lokasi longsor.

Bahkan para pengungsi harus saling berbagi makanan untuk bertahan di pengungsian tanpa listrik, tanpa jaringan telepon seluler dan juga terbatasnya air bersih.

Sejumlah pengungsi yang terbaring sakit pun dibiarkan berhari-hari tanpa diobati karena belum menerima bantuan pengobatan.

Seorang ibu hamil yang mengalami pendarahan bahkan terpaksa digotong oleh beberapa orang menggunakan sarung dan bambu ke puskesmas melintasi jalanan terjal yang kami lalui sebelumnya.

Korban longsor di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor
Korban longsor di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Penyaluran bantuan kepada para pengungsi di Desa Pasir Madang akhirnya dilakukan menggunakan jalur udara.

Pada Selasa (7/1/2019), akses jalan ke Desa Pasir Madang berhasil di tembus setelah 11 alat berat diterjunkan oleh Menteri PUPR Basuki.

"Ke Desa Pasir Madang sekarang sudah tembus, tinggal ke sananya yang belum," kata Waki Bupati Bogor Iwan Setiawan, Selasa (7/1/2020).

Masih di wilayah kecamatan yang sama, alat berat masih berupaya membuka jalan yang tertutup longsor lainnya seperti ke daerah yang masih terisolir yakni Desa Cisarua, Desa Cileuksa dan Desa Urug.(*)

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved