Soal Fasilitas Listrik, Penghuni Apartemen Bogor Valley Ngadu ke DPRD

Puluhan penghuni Apartmen Bogor Valley di Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor mendatangi Kantor DPRD Kota Bogor.

Soal Fasilitas Listrik, Penghuni Apartemen Bogor Valley Ngadu ke DPRD
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Puluhan penghuni Apartmen Bogor Valley di Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Puluhan penghuni Apartemen Bogor Valley di Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor.

Kedatangan puluhan penghuni apartemen tersebut ditemui oleh Wakil Ketua DPRD III Eka Wardana.

Perwakilan Penghuni Apartmen Bogor Valley Agus Kadda mengatakan bahwa kedatangan penghuni apartemen untuk mengadukan terkait adanya hak warga mengenai fasilitas listrik yang tidak didapat oleh warga.

Hal itu dikarenakan adanya perseteruan antara para pengelola Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS ) di Bogor Valley.

"Yang kami perjuangkan adalah hak kami sebagai pemilik unit seperti apa, kalau ada diskusi kita buka pintu-pintu dialog kita terbuka untuk sama sama memikirkan solusi," katanya, Selasa (7/1/2020).

Kada mengatakan bahwa akibat perseteruan tersebut hak warga mendapatkan listrik menjadi terganggu.

"Yang mendesak adalah listrik harus kita dapatkan solusi yang sifatnya permanen yang agar tidak mengganggu hak-hak siapapun warga disana artinya setiap warga yang sudah membayar ipl baik ke P3SRS yang bentukan pengembang ataupun bentukan warga bisa mendapat haknya," ucapnya.

Sementara itu pemilik unit lainnya Ferry Kusmawan juga mengeluhkan hal yang sama.

Ia pun berharap agar aduan warga ini bisa ditindaklanjuti oleh DPRD Kota Bogor untuk mendorong Pemkot Bogor turun tangan dalam memfasilitasi permasalahan yang terjadi di Bogor Valley.

"Agar permasalahan di Bogor Valley bisa jadi pilot projek agar tidak terjadi di apartmen lainnya karena seperti kita tau di Bogor sedang berkembang apartmen, jadi ini kita mohon dengan sangat untuk bisa memaksimalkan kinerja pemerintah untuk mengkordinasikan ini, kita tidak tau siapa yang benar dan salah keinginan penghuni hannya ingin pelayanan yang sewajarnya," katanya.

Di lokasi yang sama Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Eka Wardana mengatakan bahwa permasalahan ini merupakan buntut dari permasalahan yang lalu yang belum terselesaikan.

"Saya pikir harus diselesaikan secara bersama dan sesuai kesepakatan awal konsepnya seperti apa, apa yang jadi hak dan apa yang jadi kewajiban harus ketemu gitu," ujarnya.

Untuk mencari solusi yang dialami warga Bogor Valley, DPRD Kota Bogor pun akan mempertemukan semua pihak untuk mencari solusi bersama dan kesepakatan yang bisa diikuti dan dipahami bersama.

"Ya yang pasti kita akan memanggil berbagai pihak untuk duduk bareng dan mencari solusi terbaik tanpa harus adu argumentasi dan debat kusir karena dalam setiap permasalahan ada solusi dalam permasalahan pasti ada mis komunikasi yang lebih ditekankan iya harus ngerti sadar setiap kita harus ada hak dan kewajiban," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved