Setahun Penusukan siswi SMK di Bogor Belum Terungkap, Teman Noven Datangi Bakar Lilin dan Bawa Bunga

Peristiwa berdarah yang menewaskan seorang siswi bernama Andriana Yubelia Noven tersebut menyisakan duka bagi keluarga dan para sahabatnya.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Sahabat nyalakan lilin dan bawa bunga tepat setahun di lokasi pembunuhan noven di jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Rabu (8/1/2020) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Sore hari pada 8 Januari 2019 lalu di sebuah gang kecil di Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor terjadi peristiwa penusukan keji yang dilakukan oleh seorang pria biadab.

Peristiwa berdarah yang menewaskan seorang siswi bernama Andriana Yubelia Noven tersebut menyisakan duka bagi keluarga dan para sahabatnya.

Hari ini, tepat setahun kasus penusukan siswi SMK Bogor yang masih belum bisa terungkap oleh aparat kepolisian Polresta Bogor Kota yang menangani kasus tersebut.

Tepat pada momentum satu tahun ini, sahabat Noven pun berdatangan dan berdoa bersama di lokasi kejadian.

Sahabat korban mendatangi TKP pembunuhan Noven di momen setahun kasus pembunuhan siswi SMK Bogor yang belum berhasil diungkap oleh aparat kepolisian, Rabu (8/1/2020)
Sahabat korban mendatangi TKP pembunuhan Noven di momen setahun kasus pembunuhan siswi SMK Bogor yang belum berhasil diungkap oleh aparat kepolisian, Rabu (8/1/2020) (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Pantauan TribunnewsBogor.com, Rabu (8/1/2020), para siswi tersebut datang kelokasi setelah pulang sekolah.

Sambil menyalakan lilin dan bunga mawar merah para sahabat Noven ini pun melaksanakan doa bersama.

Tak lama setelah berdoa siswa siswi itu pun meninggalkan lokasi.

Meski demikian tidak ada yang mau berkomentar terkait aksi doa bersama dan harapan terhadap kasus penusukan Noven tersebut.

Warga #HelpNoven Gelar Doa Bersama

Sejumlah warga melakukan doa bersama di lokasi penusukan siswi SMK Bogor, Adriana Yubelia Noven di Jalan Riau, Bogor Timur, Kota Bogor pada Senin (15/4/2019)

Adriana Yubelia Noven tewas secara mengenaskan dengan luka tusuk di lokasi tersebut pada 8 Januari 2019

Dengan dalih sulit menerka wajah dan bukti dalam kasus tewasnya Adriana Yubelia Noven, Polisi khusunya Polresta Bogor Kota belum berhasil mengungkap motif pembunuhan dan menangkap pelakunya.

Atas inilah, warga yang tergabung dalam hasta #HelpNoven di media sosial berinisiasi untuk kembali menggelar doa bersama di lokasi penusukan Adriana Yubelia Noven.

Pria diduga pelaku pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang Bogor, Andriana Yubelia Noven
Pria diduga pelaku pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang Bogor, Andriana Yubelia Noven (istimewa)

Dalam kegiatan doa bersama untuk mendoakan mendiang Noven hadir juga beberapa sahabat, kerabat dan simpatisan dari beberapa daerah.

Admin Grup Erna Hasanah mengatakan bahwa aksi doa bersama itu pihaknya berharap agar pelaku segera ditabgkap.

"Yang pastinya kita semua berharap ya kita semua sudah geram ya kita ingin kasus ini segera terungkap dan segera tertangkap juga ya karena ini kan pelakunya selama tiga bulan ini bebas berkeliaran di luar yang kita takutin kan ini terulang kembali," katanya di lokasi.

Selain melakukan doa bersama para simpatisan itu pun melakukan tabur bunga.

Erna menjelaskan dari informasi yang diterimanya dari media masa perkembangan kasus Noven dalam tahap pemeriksaan CCTV oleh FBI.

Mereka pun berharap dengana adanya bantuan dari FBI pelaku penusukan bisa terlihat jelas.

"Memang selama ini kita masih bersabar ya menunggu sehabis Pilpres kan infonya, mudah mudahan aja dari video yang sudah di FBI, kita berharap semoga ada titik terangnya agar bisa kebuka semuanya," ujarnya.

Rekaman CCTV diserahkan ke FBI

Kepala Polresta Bogor Kota Komisaris Besar Hendri Fiuser mengatakan, nantinya pihak FBI akan melakukan olah digital forensik dari rekaman CCTV itu.

Hendri menuturkan, alat yang dimiliki FBI memiliki kemampuan untuk dapat memperjelas tampilan dari sebuah video sehingga diharapkan dapat menampilkan dan mengidentifikasi wajah pelaku secara jelas.

"Kita koordinasi dengan FBI karena kita anggap mereka punya alat yang lebih komplit. Dokumen kita kirim ke sana melalui perwakilan FBI di Jakarta. Nanti mereka bawa ke Amerika, mereka lihat, bisa nggak yang blur itu jadi jelas," ucap Hendri, di Mapolresta Bogor, Senin (4/3/2019).

Dirinya menambahkan, butuh waktu sekitar satu bulan bagi FBI untuk dapat mendalami hasil rekaman tersebut.

Jika sudah, sambungnya, FBI akan segera mengembalikannya kepada pihak kepolisian.

"Kemarin janji sama saya satu bulan," kata Hendri.

Sejauh ini, kata dia, polisi sudah memeriksa lebih dari 30 orang saksi dalam kasus itu.

Polisi juga masih kesulitan mengidentifikasi pelaku karena kualitas resolusi rekaman CCTV yang sangat buruk. "Karena itu kita gandeng FBI, ya. Nanti di sana dicek digital forensik untuk identifikasi pelaku," tutup dia.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved