Breaking News:

Iseng Download Aplikasi Pinjaman Online, Penjual Bubur Ini Terpaksa Bayar Utang Rp 700 Ribu

Shinta yang mengaku panik lalu mencoba menghubungi nomor yang ada di dalam pesan singkat tersebut, namun gagal.

Editor: Ardhi Sanjaya
www.thinkstockphotos.com
Ilustrasi fintech 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang penjual bubur di Makassar, mengaku menjadi korban pinjaman online (pinjol) atau fintech ilegal.

Penjual bubur yang bernama Shinta Bawole, warga yang beralamat di Jl Cendrawasih No 375A, Makassar, terpaksa mengembalikan pinjaman sebesar Rp 700.000, sedangkan dirinya mengaku hanya menerima uang Rp 448.000.

Dilansir dari Tribunnews, Shinta mengaku tidak pernah menyetujui pinjaman tersebut.

Namun entah mengapa, dirinya mendapat pesan singkat yang menjelaskan bahwa pengajuan pinjamannya telah disetujui dan dana telah ditransfer ke rekeningnya.

"Saya ditransferkan uang Rp448 ribu di rekening saya tadi pagi, dan harus mengembalikan sebesar Rp700 ribu dalam waktu delapan hari ke depan, padahal saya sama sekali tidak setuju peminjaman itu," keluh Shinta, Rabu (8/1/2020).

Shinta yang mengaku panik lalu mencoba menghubungi nomor yang ada di dalam pesan singkat tersebut, namun gagal.

Begitu dengan alamat email yang ada, namun alamat email tersebut tidak terdaftar.

Shinta lalu menceritakan, alasan dirinya mengunduh aplikasi pinjaman online Tunaicepat dari Playstore hanya untuk mengetahui berapa limit pinjaman tertinggi apilkasi tersebut untuknya.

"Saya cuma mau lihat berapa dana paling tinggi yang bisa dia cairkan, setelah itu saya tidak tanggapi lagi dan langsung hapus aplikasinya karena saya tidak pakai," kata Shinta.

Shinta mengaku, dirinya mengunduh aplikasi tersebut kejadian pada hari Selasa (7/1/2020) malam.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved