Bogor Diterjang Longsor

Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Bogor Dipimpin Dandim, Ini Alasannya

Ketua Tim Lapangan Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Bogor sekarang sudah diambil alih oleh Dandim 0621/Kabupaten Bogor

Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Bogor Dipimpin Dandim, Ini Alasannya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Ketua Tim Lapangan Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Bogor sekarang sudah diambil alih oleh Dandim 0621/Kabupaten Bogor Letkol Inf Harry Eko Sutrisno. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Ketua Tim Lapangan Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Bogor sekarang sudah diambil alih oleh Dandim 0621/Kabupaten Bogor Letkol Inf Harry Eko Sutrisno.

Sebelumnya, tanggap darurat bencana yang diberlakukan sejak 2 Januari 2020 lalu ini dipimpin oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Yani Hasan.

"Untuk menyatukan persepsi, sekarang sudah satu komando tanggap darurat. Dipimpin oleh Dandim sebagai resident commander. Kemarin sudah diterima SK-nya dari bupati, menunjuk kepada Dandim," kata Letkol Inf Harry Eko Sutrisno, Kamis (9/1/2020).

Meski baru ditunjuk, Harry mengaku bahwa pihak TNI sudah turun ke lapangan sejak awal di hari kejadian bencana pada Rabu (1/1/2020) pekan lalu.

Apel tanggap darurat pun baru digelar setelah sepekan Kabupaten Bogor dilanda bencana untuk membangun sinergi antar kekuatan sumber daya dalam penanganan bencana mulai dari TNI, Polri, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) termasuk para relawan.

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Bogor Yani Hasan menjelaskan bahwa awalnya BPBD bergerak sendiri tanpa komando satuan terpadu dengan cara berkoordinasi seperti biasa.

Yani mengaku kewalahan karena bencana yang melanda Kabupaten Bogor ini ternyata cukup luar biasa.

"Kan setiap kegiatan perlu evaluasi. Pada evaluasi dilihatlah kenapa kok kalau jalan, semua jalan. Cuman gak serempak dan cepet. Sehingga diperlukan satu langkah seirama. Sebelumnya gak ada (kepala tanggap darurat). Waktu itu kita, sampai tanggal 2 itu. Kita laporkan, wah ini gak mungkin kita kontak sana, kontak sini. Awalnya kita berjalan sendiri, biasanya bencana dihandle sama kita, tapi tenyata ini (bencana) gede luar biasa," ungkap Yani Hasan.

Diketahui, terkait tanggap bencana ini, sekarang komando utama dipegang oleh Danrem 061 Suryakancana, Brigjen Novi Helmy Prasetya.

Sementara Dandim Letkol Inf Harry Eko Sutrisno berperan sebagai ketua tim di lapangan.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved