Info Kesehatan

Waspada ! Kurang Tidur Malam Hari pada Pria Bisa Picu Risiko Alzheimer

Dalam studi ini, peneliti mengungkap, pria yang tidak tidur cukup memiliki peningkatan tau rata-rata 17 persen dalam darah mereka

google images
ilustrasi kurang tidur malam hari 

Jika kehilangan tidur, atau siklus tidur terganggu, maka dapat memengaruhi kemapuan otak untuk membersihkan tau.

"Ketika kamu mendapat lebih banyak tidur nyenyak dan tidur Rapid Eye Movement Sleep (REM) dalam jumlah normal, itu meningkatkan pembersihan protein abnormal yang baik," kata ahli saraf Mayo Clinic, Dr. Donn Dexter, anggota American Academy of Neurology.

REM adalah kondisi normal dari tidur yang ditandai dengan gerakan cepat dan acak dari mata.
Menumpuknya tau akibat kekurangan tidur pada gilirannya pun memicu percepatan perkembangan masalah kognitif.

Sebuah studi yang diterbitkan pada 2017 menemukan, orang dewasa usia paruh baya yang tidak tidur nyenyak dalam semalam menghasilkan banyak protein amiloid beta.

Protein ini berkontribusi pada karakteristik plak alzheimer.

Satu minggu tidur yang terganggu meningkatkan jumlah tau.

Dalam studi ini, peneliti mengungkap, pria yang tidak tidur cukup memiliki peningkatan tau rata-rata 17 persen dalam darah mereka.

Sementara, pria yang tidur nyenyak hanya memperlihatkan rata-rata peningkatan dua persen tau.

Namun, para peneliti mengingatkan, studi ini kecil dan tidak meyakinkan. Mereka mengaku belum bisa menentukan apa yang dimaksud dengan peningkatan level tersebut.

Sempat Diperiksa Polisi, Teddy Kaget Ditanya soal KDRT dan Busa Keluar dari Mulut Lina saat Pingsan

"Tingkatan lebih tinggi di dalam darah bisa mencerminkan protein tau sedang dibersihkan dari otak atau mungkin menggambarkan level tau yang meningkat di otak."

Halaman
123
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved