Berkonsep Indoor Outbond, Mall Boxies 123 Punya Kebun Binatang Mini di Dalamnya

Di Bogor kini ada mal yang dilengkapi dengan kebun binatang mini bernama BoxZoo di mall Boxies 123 Jalan Raya Tajur, Bogor Timur, Kota Bogor.

Berkonsep Indoor Outbond, Mall Boxies 123 Punya Kebun Binatang Mini di Dalamnya
TribunnewsBogor.com/Tsaniyah Faidah
Suasana di Mall Boxie 123 di Jalan Raya Tajur Kota Bogor, saat peresmian Sabtu (11/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tsaniyah Faidah

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Di Bogor kini ada mal yang dilengkapi dengan kebun binatang mini bernama BoxZoo di mall Boxies 123 Jalan Raya Tajur, Bogor Timur, Kota Bogor.

Diresmikan langsung oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya, Sabtu (11/01/2020), nall Boxies 123 diklaim sebagai pusat perbelanjaan satu-satunya di daerah Bogor yang berkonsep indoor outbond (inbound).

"Dengan dibukanya nall Boxies 123 ini, kami berharap bisa memberikan alternatif wisata keluarga bagi masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya," ucap General Manager nall Boxies 123, Jozarki Terunajaya.

Pusat perbelanjaan setinggi lima lantai dengan tiga blok bangunan seluas 50.000 m2 ini memiliki arsitektur berbentuk kotak dan area terbuka yang luas serta pemandangan Gunung Salak.

Jozarki menambahkan, mall yang diberi nama mengikuti domisilinya di Jalan Raya Tajur No. 123 Bogor Timur itu juga dilengkapi 10 lantai area parkir mobil indoor berkapasitas 700 unit kendaraan.

Ditambah 50 lot parkir terbuka serta lahan parkir kendaraan roda dua yang mampu menampung 500 unit.

Acara peresmian ini dihadiri Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Komisaris PT Sinar Indonesia Loka Anton Suleiman, Direktur PT Sinar Indonesia Loka Wily Widjaja, dan para pejabat setempat.

Peresmian pusat perbelanjaan itu diisi beragam acara seperti penampilan istimewa dari D'Masiv, dan Meet and Greet Susi Susanti & Alan Budikusuma, dilanjutkan dengan acara nonton bersama film Susi Susanti di Studio 1, Cinema XXI Lantai 5 Mall Boxies 123.

Ada pula persembahan gamelan tradisional, pameran mobil antik, barongsai, tarian tradisional, dan pencak silat.

Dijelaskan oleh Jozarki, gedung ini sebetulnya sudah lama ada yang dibangun pada tahun 1957 dengan bahan-bahan bangunan yang diimpor langsung dari Cekoslowakia.

Dulunya gedung ini digunakan sebagai pabrik pembuatan kain drill.

"Namun bentuk dan semua bagian dari gedung ini masih terjaga keasliannya," kata dia.

Penulis: Tsaniyah Faidah
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved