Ketum PSSI Sebut Hukuman dari FIFA untuk Indonesia Terlalu Berat

Laga Malaysia vs Indonesia memang sempat ricuh sebelum dan saat pertandingan.

Ketum PSSI Sebut Hukuman dari FIFA untuk Indonesia Terlalu Berat
DOK. PSSI
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, bersama perwakilan AFC. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menilai hukuman FIFA kepada Indonesia sebagai buntut kericuhan di Stadion Bukit Jalil terlalu berat.

Hukuman yang dimaksud Mochamad Iriawan adalah denda sebesar 200 ribu Franc Swiss (CHF) atau setara Rp2,86 miliar plus menjalani satu kali laga tanpa penonton.

Hukuman itu diberikan FIFA buntut dari kericuhan pada laga kelima Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022, Malaysia vs Indonesia di Stadion Bukit Jalil, 19 November 2019.

Mochamad Iriawan memastikan PSSI akan mengajukan banding agar FIFA bisa meninjau ulang.

"Kita akan melayangkan surat untuk menanyakan kembali hukuman yang diberikan oleh FIFA," kata Mochammad Iriawan saat ditemui media di ajang Indonesian Soccer Awards 2020, Jumat (11/1/2020).

Hukuman denda dan larangan tanpa penonton harus diterima Indonesia karena melanggar pasal 12 dan 16 Kode Disiplin FIFA (FDC).

Pasal 16 mengatur soal keamanan dan ketertiban di stadion sementara pasal 12 soal mundurnya waktu kick-off.

Menurut jadwal, Indonesia akan menjalani hukuman tanpa penonton saat menjamu Uni Emirat Arab (UEA).

Laga tersebut juga merupakan lanjutan Kualifilasi Piala Dunia 2020 yang akan berlangsung pada 31 Maret 2020.

Striker Bali United Dirumorkan Hengkang, CEO Bhayangkara FC Kasih Bocoran Ini

Hasil Lengkap Malaysia Masters 2020, 4 Wakil Indonesia ke Semifinal

Menanggapi hal ini, Mochamad Iriawan menilai hukuman tanpa penonton sangat merugikan Indonesia.

Halaman
12
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved