Penambang Liar di Bogor

Bos Penambang Liar Ditangkap, Kapolres Bogor Segel 4 Lubang Galian Emas Ilegal

Terkait apakah tambang-tambang ilegal ini berdampak pada bencana di Bogor atau tidak, Joni mengaku masih harus memintai keterangan dari ahli.

Bos Penambang Liar Ditangkap, Kapolres Bogor Segel 4 Lubang Galian Emas Ilegal
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kapolres Bogor tunjukan barang bukti penangkapan bos galian 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Satreskrim Polres Bogor telah menangkap dua pria pelaku bos pengusaha tambang emas ilegal dari wilayah Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Sebanyak 4 lubang galian tambang ilegal di desa ini juga sudah disegel dengan garis polisi.

"Kalau lubang di TKP ini ada 4 lubang yang kita segel, termasuk lubang lain yang terindikasi ada pengusaha tambang emas ilegal lainnya," kata Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni di Mapolres Bogor, Senin (13/1/2020).

Selain itu, Joni menyatakan bahwa semua lubang galian tambang ilegal di wilayah Bogor dinyatakan sudah ditutup.

Terkait apakah tambang-tambang ilegal ini berdampak pada bencana di Bogor atau tidak, Joni mengaku masih harus memintai keterangan dari ahli.

Namun, penambangan ilegal ini juga cukup rawan bagi para penambang liar (gurandil) itu sendiri yang bahkan berisiko pada kematian.

"Hari ini kita nyatakan seluruh tambang ilegal sudah kita nyatakan di wilayah Bogor ditutup. Itu di wilayah Cigudeg, Sukajaya termasuk wilayah Nanggung. Ini yang terindikasi ada penambangan emas tanpa izin," kata Joni.

Selain itu, pihaknya bersama dengan TNI juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menjadi penambang ilegal.

Upaya pencegahan terhadap masyarakat yang akan bergerak menambang ilegal, kata dia, pihaknya nanti juga akan berkomunikasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) terkait pengalihan pekerjaan masyarakat.

"Ini menjadi atensi Pak Presiden kemarin kita sudah lakukan sosialisasi kepada masyarakat yang bekerja sebagai penambang termasuk pengusahanya kita sudah sampaikan. Yang tidak mengindahkan ya kita lakukan proses penegakan hukum," ungkap Joni.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved