Kenapa Dengarkan Lagu Lawas Seperti Nike Ardilla Bisa Bangkitkan Kenangan? Ini Kata Peneliti

Saat mendengar lagu lawas, sebagian dari kita mungkin teringat kenangan ruang dan waktu dari masa lalu dengan sangat jelas.

fanbase Nike Ardilla
Nike Ardilla 

Ini termasuk daerah otak yang bertanggungjawab atas motorik, emosi, dan kreativitas.

Dalam studi pertama dari jenisnya, Amee Baird dan Séverine Samson, dari University of Newcastle di Australia menggunakan musik populer untuk membantu pasien yang mengalami cedera otak mengingat kenangannya.

Studi ini terbit di jurnal Neuropsychological Rehabilitation edisi 10 Desember 2013. Meski studi Baird dan Samsaon hanya melibatkan sedikit peserta, ini adalah studi pertama yang memeriksa kenangan autobiografi dipicu oleh musik (MEAM) pada pasien dengan cedera otak (ABI).

Ashanty Syok Idap Autoimun Karena Santet 7 Dukun, Sosok Gaib Ungkap Deret Alasannya: Dia Sok Cantik

Teddy Melet Tantang Mbak You soal Ilmu Hitam, Pakar Sebut Beda Ucapan & Perasaan Suami Lina, Takut?

Dalam studi ini, Baird dan Samson memainkan cuplikan lagu yang terdaftar dalam Billboard Hot 100 secara acak.

Lagu-lagu itu berdasar umur pasien.

ilustrasi merinding saat dengarkan lagu
ilustrasi merinding saat dengarkan lagu (thinkstockphotos)

Sebagai contoh lagu lawas ketika pasien berusia lima tahun dimainkan untuk mengendalikan subjek tanpa cedera otak.

Semua peserta diminta untuk merekam seberapa akrab mereka dengan lagu yang diberikan, apakah mereka menyukainya, dan kenangan apa yang ditimbulkan oleh lagu itu.

Lagu-lagu yang membangkitkan ingatan ternyata lebih akrab atau lebih disukai peserta. Ini masuk akal.

Minta Jadi Istri Ke-2 Habib Usman, Nikita Mirzani Dilempar Bantal oleh Kartika Putri: Takut Kejadian

Sederet Tafsir Mimpi Buruk yang Paling Sering Dialami Hingga Dikejar Orang

Sementara itu, studi tahun 2009 yang dilakukan University of California, Davis memetakan bagian otak yang terkait dengan ingatan dan emosi yang diaktifkan oleh musik.

Studi yang terbit di jurnal Cerebal Cortex itu membantu menjelaskan kenapa orang Alzheimer tetap dapat memberi respons saat mendengar musik yang akrab di telinga.

Halaman
123
Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved