Penambang Liar di Bogor

Penambang Emas Ilegal Digaji Rp 100 ribu per Hari, Satu Karung Hasil Galian Dihargai Jutaan

pengusaha tambang emas ilegal bisa mempekerjakan 40 sampai 50 orang PETI atau gurandil untuk dikerahkan menggali satu lubang.

Penambang Emas Ilegal Digaji Rp 100 ribu per Hari, Satu Karung Hasil Galian Dihargai Jutaan
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
barang bukti penambang emas di Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni menjelaskan penambang emas tanpa izin (PETI) di wilayah Bogor diberi honor per hari dari bosnya.

Setiap bos atau pengusaha tambang emas ilegal bisa mempekerjakan 40 sampai 50 orang PETI atau gurandil untuk dikerahkan menggali satu lubang.

Selain itu, para penambang ini juga bisa bekerja selama berhari-hari bahkan berbulan-bulan di lokasi tambang tanpa pulang ke rumah.

"Digaji harian bisa sampai Rp 100 ribu termasuk masuk ke sana mereka bisa beberapa hari bahkan mingguan dan bulanan. Karena sebelum mendapatkan hasil mereka gak pulang," kata AKBP Muhammad Joni dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Senin (13/1/2020).

Para gurandil ini menggali dan mengumpulkan bebatuan yang dianggap mengandung emas.

Satu karung bebatuan yang digali penambang liar ini bisa dihargai Rp 1 - 2 juta.

"1 karung ini bisa dibayar Rp 1 - 2 juta, tergantung kualitas isi emas. Kalau sehari mereka bisa hasilkan 100 karung, maka kurang lebih Rp 100 - 200 juta," kata Joni.

Meski begitu, jadi penambang liar atau gurandil ini cukup berisiko.

Cukup banyak peristiwa adanya gurandil tewas akibat tertimbun di wilayah Bogor seperti yang pada Minggu (12/8/2019) lalu, 8 orang gurandil atau penambang liar tertimbun di Nanggung Bogor yang mana 2 orang di antarannya tewas.

Diketahui, dua pria bos penambangan emas ilegal di wilayah Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor ditangkap polisi.

Mereka berdua adalah MAR (24) dan ATA (33) yang merupakan bos yang menggerakan para penambang ilegal.

Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni menjelaskan bahwa kedua pelaku ini ditangkap di wilayah Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg.

"Terhadap pelaku ini kita kenakan pasal 158 dan 161 UU no 4 tahun 2009 tentang pertambangan minerba atau mineral dan batu bara. Ancamannya 10 tahun ke atas dan denda cukup tinggi tentunya. Ini jadi pembelajaran bagi suadara-saudara yang lain untuk tidak melakukan tambang liar apalagi kegiatan-kegiatan yang berdampak pada gangguan ekosistem yang berdampak pada bencana dan lain-lain," ungkap Joni.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved