Kulit Balita Melepuh

BREAKING NEWS - Kulit Seorang Balita di Bogor Melepuh, Awalnya Diberi Obat Campak

Penyakit yang belum diketahui ini membuat kulitnya merah mengelupas seperti bekas tersiram air panas.

BREAKING NEWS - Kulit Seorang Balita di Bogor Melepuh, Awalnya Diberi Obat Campak
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
kulit balita menjalani perawatan 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Seorang balita berinisial MA berusia 11 bulan asal Kampung Nanggela, Desa Sukmajaya, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor alami sakit misterius.

Penyakit yang belum diketahui ini membuat kulitnya merah mengelupas seperti bekas tersiram air panas.

Sang ibu, Nurhalimah (25) mengatakan awalnya 1 bulan lalu putranya mengalami demam dengan kondisi kulit masih normal.

Kemudian MA dibawa ke sebuah klinik.

Namun setelah dari klinik tersebut kondisi kulit balita itu malah berubah.

"Saya bawa ke klinik kecil. Katanya mau campak, terus dikasih obat campak. Terus pas udah (diobati) itu kok kayak lecet-lecet, saya balik lagi ke dokternya, katanya gak apa-apa, terusin aja obatnya," cerita Nurhalimah kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (14/1/2020).

Tanpa curiga, Nurhalimah menghabiskan semua obat yang diberikan dokter klinik itu kepada anaknya.

Namun, kondisi kulitnya tak kunjung membaik dan malah semakin parah.

"Terus saya habisin kan obat yang dari dokter itu. Kemudian malah tambah banyak kayak gini, merah-merah kayak gini. Katanya gak apa-apa, bagus katanya kalau udah keluar kayak gitu. Pas saya balik lagi dia bilang, udah bu katanya, dibawa aja ke mana yang lebih lengkap peralatan medisnya," kata Nurhalimah.

Dia mengaku sempat kebingungan ketika berencana membawa anaknya ke rumah sakit karena permasalahan ekonomi terlebih suaminya hanya berprofesi sebagai seorang pemulung.

Sementara ini, MA dibawa ke RSUD Cibinong dengan bantuan ketua RT setempat sambil berupaya membuat kartu BPJS.

Nurhalimah mengaku sementara ini belum mengetahui penyakit apa yang menjangkit putranya itu.

"Belum tahu kenapa, awalnya dari demam aja, bintik-bintik," ungkap Nurhalimah.(*)

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved