Cerita Perjalanan Masseur Tira Persikabo, Mang Udin Sempat Banting Strik Jualan Perabot Keliling

Masseur PS Tira Persikabo, Amudi Afirudin menceritakan pengalamannya sebelum jadi maseeur sepak bola.

Cerita Perjalanan Masseur Tira Persikabo, Mang Udin Sempat Banting Strik Jualan Perabot Keliling
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Masseur PS Tira Persikabo, Amudi Afirudin atau Mang Udin 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Masseur PS Tira Persikabo, Amudi Afirudin menceritakan pengalamannya sebelum jadi maseeur sepak bola.

Pria yang akrab disapa Mang Udin ini mengatakan, ketertarikannya menjadi masseur sepakbola saat berkunjung ke rumah saudaranya.

Saat itu, ia mulai mempelajari teknik untuk menjadi masseur sepak bola profesional.

"Awalanya itu saya bukan berprofesi sebagai masseur. Jadi waktu itu, saya pulang kerja mampir ke tempat saudara saya yang membuka pengobatan. Kebetulan rumah saudara saya itu dekat dengan sekolah Perwira Angkatan Darat, kemudian saya belajar," kata dia.

Menurutnya, ia belajar sejak jam 10 malam hingga jam 3 pagi selama enam bulan berturut-tuurut.

Pria yang lahir di Bandung 18 Juli 1977 ini mengaku harus berkoordinasi terlebih dahulu ke tim fisioterapis dan tim dokter untuk menangani ketika pemain ingin di masseur.

"Jadi kalau ada pemain yang mengalami lebam itu tidak boleh di masseur. Itu harus koordinasi dengan Fisioterapis dan tim dokter," paparnya.

Mang Udin mengatakan, masseur berperan untuk membantu mengembalikan fungsi otot yang tegang untuk kembali jadi lemas agar pemain bisa bergerak dengan leluasa.

Pada tahun 2000, ia pertamakali menjadi messeur di klub Pro Duta yang dinakhodai Robby Darwis.

Halaman
12
Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved