5 WNI Diculik di Perairan Malaysia, Mahfud MD: Abu Sayyaf Nggak Mati-mati

Kelompok Abu Sayyaf ini juga merupakan pelaku penculikan tiga orang WNI yang terjadi sekitar September 2019 lalu

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD berpose usai wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (19/11/2019). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan ( Menko Polhukam) Mahfud MD menduga kelompok Abu Sayyaf merupakan pelaku penculikan 5 warga negara Indonesia ( WNI) pada Kamis (16/1/2020) lalu, di Perairan Tambisan, Tungku Lahad Datu, N Sabah, Malaysia.

Kelompok Abu Sayyaf ini juga merupakan pelaku penculikan tiga orang WNI yang terjadi sekitar September 2019 lalu di lokasi yang sama.

"Penculiknya sama," kata Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (20/1/2020).

"Kendala utamanya karena Abu Sayyaf ndak (tidak) mati-mati," tambah Mahfud MD

Sebut Totok Sudah Lama Dikeluarkan, Petinggi Sunda Empire : Mungkin Setelah Dipecat Bangun Keraton

Misteri Kerangka Manusia di Rumah Kosong Perlahan Terkuak, Diperkirakan Meninggal 6 Bulan Lalu

2 Warga Indonesia yang Disandera Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan Militer Filipina

Menurut Mahfud MD, kejadian penculikan yang kerap terulang ini merupakan masalah dalam hal keamanan laut.

Pasca-peristiwa penculikan itu, Mahfud MD mengatakan dirinya akan berdiskusi terlebih dulu dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

"Memang kita berhasil membebaskan tiga (orang), tiba-tiba lima (orang) diambil lagi. Kan ini masalah keamanan di laut dan lautnya kan bukan laut Indonesia," kata dia. 

FOLLOW:

Diketahui, lima orang WNI yang bekerja sebagai kru kapal ikan asal Malaysia diculik sejak Kamis (16/1/2020).

Kelima orang WNI yang masih hilang yakni Arsyad bin Dahlan (42) selaku juragan, Arizal Kastamiran (29), La Baa (32), Riswanto bin Hayono (27), dan Edi bin Lawalopo (53).

Halaman
12
Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved