Breaking News:

Warga Lapor Polisi Gara-gara Dipukul Saat Ditilang

Aksi penganiayaan itu, lanjut Oswin, bermula ketika dia dan seorang rekannya berboncengan sepeda motor tanpa mengenakan helm.

TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
ILUSTRASI/Operasi Patuh 2017 di Jalan Raya Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang warga bernama Adrianus Oswin Goleng melaporkan sejumlah polisi anggota Satuan Lalu Lintas Polres Kupang Kota, Nusa Tenggara Timur, Minggu (19/1/2020) dinihari, atas dugaan penganiayaan.

Oswin mengaku dianiaya pada Sabtu (18/1/2020) malam setelah menanyakan prosedur penilangan yang dilakukan oleh sejumlah Polantas.

Aksi penganiayaan itu, lanjut Oswin, bermula ketika dia dan seorang rekannya berboncengan sepeda motor tanpa mengenakan helm.

Mereka ditilang oleh polisi di depan Gereja Katedral Keuskupan Agung Kupang sekitar pukul 23.00 WITA.

"Selesai misa, saya dan senior berinisial BP menuju ke Kampung Solor, di depan Gereja Katedral, kami ditilang oleh Satlantas Polresta Kupang Kota," ungkap Oswin dalam rilis resmi yang diterima.

Oswin lalu mengaku meminta blanko tilang.

Namun, menurut dia, polisi yang menilangnya mengatakan tidak ada blanko tilang dan diarahkan untuk mengambilnya di Kantor Satlantas Polresta.

Sepeda motor yang dikendarai Oswin dan rekannya dibawa anggota Polantas ke kantor polisi, sementara Oswin bergegas untuk mengambil blanko tilang.

Di Kantor Satlantas, Oswin mengaku menanyakan mekanisme atau standar operasional prosedur penilangan yang berlaku, seperti lokasi tilang tanpa papan informasi, bahkan blanko tilang tidak diberikan malah diarahkan ke kantor Satlantas.

Menurut Oswin, anggota Polantas Brigpol Polce Adu lalu menyebutnya "goblok".

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved