Breaking News:

Keraton Agung Sejagat

Raja dan Ratu Keraton Sejagat Ogah Jawab Pertanyaan saat Wawancara, Karni Ilyas Beri Tanggapan Telak

Setali tiga uang dengan Totok Santoso, Ratu Keraton Agung Sejagat, Fanni Aminadia juga langsung mengurai permintaa maaf.

Penulis: khairunnisa | Editor: Vivi Febrianti
Youtube channel Indonesia Lawyers Club
Karni Ilyas wawancarai Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat 

"Saya belum bisa cerita banyak Pak Karni, karena semuanya masuk ke dalam materi pemeriksaan," ungkap Totok Santoso tegas.

Ratu Keraton Agung Sejagat Selalu Nangis Saat Ditanya Soal Janin Bayi

Bahas DM Curhatan Ratu Keraton Agung Sejagat, Ganjar Pranowo Tertawa: Saya Jawab dengan Pertanyaan

Mendengar respon Totok Santoso yang ogah menjawab soal pendidikan, Karni Ilyas pun menanggapinya.

Dengan kalimat telak, Karni Ilyas menyebut bahwa soal pendidikan seharusnya tidak masuk dalam materi pemeriksaan.

Teguh dengan keyakinannya, Totok Santoso pun mengaku belum bisa menjawab dengan pasti.

"Saya kira, kalau soal sekolah kita di mana, enggak masuk pemeriksaan loh. Di sini adalah direktus pidana umumnya Polda Jawa Tengah loh," ungkap Karni Ilyas.

"Iya mohon maaf Pak Karni. Intinya kesempatan kali ini saya ingin meminta maaf kepada masyarakat," balas Totok Santoso.

Karni Ilyas wawancarai Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat
Karni Ilyas wawancarai Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat (Youtube channel Indonesia Lawyers Club)

Setali tiga uang dengan Totok Santoso, Ratu Keraton Agung Sejagat, Fanni Aminadia juga langsung mengurai permintaa maaf.

Ia juga mengaku akan diam dan tak akan menjawab pertanyaan dari pewarta soal Keraton Agung Sejagat.

"Bang Karni mohon maaf, saya sama, lebih baik diam untuk sementara waktu, saya hanya bisa menyampaikan mohon maaf, karena apa yang telah terjadi, beritanya berkembang liar," ungkap Fanni Aminadia.

Sambil menahan tangis, Fanni Aminadia mengurai cerita soal kehidupannya.

Diakui Fanni Aminadia, keluarganya mendapat bully-an akibat kasus Keraton Agung Sejagat.

"Yang jelas, saya tidak mungkin saya mengkhianati merah putih dan pancasila. Ini semua faktor berita atau kesalahpahaman dan menjadi liar. Saya minta maaf. Saya cuma hukuman sosial sudah saya terima, saat ini saya mematuhi proses hukum," pungkas Fanni Aminadia.

Bahkan diakui Fanni Aminadia, anaknya ikut mendapat imbas dari kasus Keraton Agung Sejagat.

"Keluarga saya sudah jadi korban. Bully bahkan anak saya juga enggak mau sekolah. Usaha saya ditutup warga. Semuanya itu karena berita," sambungnya.

Heboh Sunda Empire di Bandung, Serupa dengan Keraton Agung Sejagat ? Polisi Mulai Bergerak

Sebut Totok Sudah Lama Dikeluarkan, Petinggi Sunda Empire : Mungkin Setelah Dipecat Bangun Keraton

Kembali bertanya, Karni Ilyas pun penasaran dengan sosok Fanni Aminadia.

Namun bukannya menjawab, Fanni Aminadia justru kembali mengaku tak akan memberikan keterangan apa-apa terkait kasus Keraton Agung Sejagat.

"Kalau aslinya Bu Fanny dari mana ?" tanya Karni Ilyas.

"Saya lahir di Jogja. Saya mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, saya belum berkenaan menjawab apapun. Ini pelajaran berat buat saya," ucap Fanni Aminadia.

"Baik kalau sepakat berdua tidak mau menjawab, kita juga tidak akan memaksakan," respon Karni Ilyas.

Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Minta Maaf

Permohonan maaf yang disampaikan Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat alias Toto Santoso dan Fanni Aminadia sekaligus sebagai pernyataan bahwa keraton yang didirikan selama ini telah bubar.

Kuasa Hukum Totok Santosa Muhammad Sofyan mengatakan, dengan permohonan maaf ini, secara tidak langsung, Totok dan Fanni hendak menyatakan bahwa keraton yang mereka dirikan sudah dibubarkan.

"Bisa dibilang begitu. Tapi, Pak Totok tidak menyampaikan (bubar). Tapi, intinya maaf kepada publik, bicara bubar kita tidak tahu. Tapi saya rasa demikian," ungkap Sofyan saat dihubungi, Selasa (21/1/2020).

Selanjutnya, kasus hukum kliennya yang sedang diproses di Polda Jawa Tengah untuk diserahkan ke tim penyidik.

"Apa yang disampaikan bagian dari kooperatif klien dalam menjalani proses hukum," jelas Sofyan. Sofyan berujar, kliennya tidak bermaksud meminta Polda Jateng menghentikan penyidikan Keraton Agung Sejagat.

Sebab, kecil kemungkinan kasus Kerajaan Agung Sejagat itu dihentikan oleh penyidik. "Kalau melihat penerapan pasal, itu kan delik umum.

Kalau menghentikan saya rasa tidak bisa. Jadi harapannya agar proses berjalan cepat, efektif, dan fair seperti asas peradilan pada umumnya," beber Sofyan.

Toto dan Fanni akhirnya menyampaikan permohonan maaf ke masyarakat atas heboh kerajaan yang mereka deklarasikan di Purworejo, Jawa Tengah.

Mereka meminta publik tidak lagi gaduh membicarakan Keraton Agung Sejagat yang diakui mereka hanya karangan belaka. (Kompas.com)

FOLLOW US :

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved