Mahfud MD Tolak Tawaran Kerjasama dari Amerika Demi Hindari Perang dengan China

Satu di antara yang dibahas yakni menyikapi persoalan Perairan Natuna yang akhir-akhir ini memanas lantaran Cina mengkalim sepihak wilayah tersebut.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD berpose usai wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (19/11/2019). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Mahfud MD mengungkapkan isi pertemuannya dengan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Joseph R Donovan yang digelar Jumat (24/1/2020) kemarin.

Satu di antara yang dibahas yakni menyikapi persoalan Perairan Natuna yang akhir-akhir ini memanas lantaran Cina mengkalim sepihak wilayah tersebut.

Dalam pertemuan itu, Mahfud mengaku menolak tawaran kerja sama dari AS menyikapi klaim sepihak Cina.

Penolakannya itu agar terhindar dari konflik yang mendalam yang berpotensi terjadinya perang proksi.

 

"Amerika juga datang duta besarnya kemarin. Sama saya katakan dia bertanya soal itu, soal laut Cina Selatan apa yang bisa kerja sama bantu. Saya bilang tidak perlu kerja sama dengan Amerika soal urusan itu. Kalau kami kerja sama dengan Amerika berarti kami perang dengan Cina, padahal kita tidak (mau perang)," katanya dalam diskusi bertajuk "Harapan Baru Dunia Islam: Meneguhkan Hubungan Indonesia - Malaysia" di Aula Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (25/1/2020).

Mahfud mengatakan secara hukum internasional Perairan Natuna merupakan masuk dalam wilayah Indonesia.

 

Ia menegaskan tidak ada perundingan atau negosiasi terkait Perairan Natuna.

"Saya katakan (kepada) Cina kami pokoknya tidak akan ada negosiasi, tidak akan ada tawar menawar mengenai Laut Natuna Utara atau Laut Cina Selatan, tidak ada Pokoknya kami tidak mau berunding soal itu," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mahfud MD Tolak Tawaran Kerja Sama dari Amerika untuk Hindari Perang dengan Cina,

Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved