Kisah Perjalanan Hidup Johny Indo, Pernah Kabur dari Lapas Nusakambangan Hingga Menjadi Pendakwah
Kisah perjalanan hidup aktor kelahiran Garut, 6 November 1948 ini rupanya cukup mencuri perhatian.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Aktor senior Johny Indo meninggal dunia pada Minggu (26/1/2020).
Pria berusia 72 tahun itu tutup usia karena menderita sakit.
Saat ini, Johny Indo disemayamkan di rumah duka di Jalan Tangga Asem, Tangerang hingga tiga hari kedepan.
"Nanti akan dimakamkan di TPU Selapajang Jaya, Tangerang dalam waktu dekat," ujar Santa cucu Johny Indo mengutip Warta Kota.
Kisah perjalanan hidup aktor kelahiran Garut, 6 November 1948 ini rupanya cukup mencuri perhatian.
Bahkan, Johny Indo sempat dijuliki sebagai 'Robin Hood' Indonesia kala itu.
Johny Indo diketahui bergabung dengan kelompok perampok dan kerap melakukan aksinya di berbagai toko emas di Jakarta.
Selama 10 tahun lebih tindak kejahatannya ini mebuat aparat kepolisian kelabakan.
Dari semua aksinya, Johny Indo dan komplotannya telah merampok 129 kilogram emas.
Johny Indo kerap membagikan uang hasil penjualan emas rampokannya kepada rakyat miskin.
Melansir Tribun Style dari Kompas.com, Johny Indo sengaja melakukan perampokan dari orang kaya asing untuk dibagikan pada sesama yang kurang mampu.
Ia menganggap orang asing itu telah mengambil harta dari Indonesia sehingga ia kembali merampasnya untuk rakyat miskin.

Kelompoknya disebut Pachinko (Pasukan China Kota) dengan anggota yang cukup banyak kerap melakukan aksi perampokan terhadap orang-orang kaya asing di Indonesia.
Aksi perampokan Johny Indo ini selesai pada 17 Desember 1979 setelah ia dan kawanannya ditangkap polisi.
Johny Indo pun dijatuhi hukuman 14 tahun penjara di Nusakambangan, rumah bagi narapidana kelas berat sekaligus menjadi titik pelaksanaan hukuman mati bagi beberapa napi.
Namun meski begitu, perampokan tetap tindakan yang melanggar hukum dan tidak pantas ditiru.
Pernah Kabur dari Lapas Nusakambangan
Johny Indo pernah berusaha kabur dari Lapas Nusakambangan setelah berhasil ditangkap polisi bersama komplotannya.
Namun 3 tahun dipenjara, membuat Johny Indo berontak.

Pada bulan Mei 1982, Johny Indo berhasil melarikan diri dengan bantuan 34 narapidana di Nusakambangan.
Setelah belasan hari melakukan pelarian, Johny Indo tak juga bisa keluar dari pulau 'kematian' itu.
Akhirnya, ia menyerah dan kembali masuk bui.
Johny Indo Bertobat
Setelah bebas dari penjara, Johny Indo merubah jalan hidupnya.
Ia tak mau lagi menjadi perampok dan menjarah harta orang.
Johny Indo bertobat lalu mengasah kemampuannya berakting.
Ia bermain dalam film yang menceritakan kisah hidupnya sendiri.

Kisah hidupnya sebagai gembong perampok yang mementingkan rakyat, diadaptasi dalam film berjudul Johny Indo, pada 1987.
Tak hanya di situ, Johny Indo pun semakin memantapkan peran dan meningkatkan popularitasnya dalam belasan film lain.
Misalnya film Badai Jalanan, Titisan Si Pitung, Misteri Cinta, Tembok Derita, dan masih banyak lagi.
Setelah pensiun dari industri hiburan, ia menjadi seorang pendakwah.
Johny Indo pun mengubah namanya menjadi nama islami, yang tadinya bernama Johanes Hubertus Eijkenboom diganti menjadi Umar Billah.
Setelah pensiun dari industri hiburan, Sisa hidup Johny Indo pun diisi dengan berdakwah menyebarkan agama Islam.
Ia menjadi mualaf dan kerap keliling kampung memberikan ceramah.
Ia bahkan sempat pulang jalan kaki puluhan kilometer setelah berdakwah karena tak dibayar.
Meninggal Karena Sakit
Penyebab kematian Johny Indo ini disebutkan pasca satu bulan laksanakan operasi hernia.
Setelah operasi hernia tersebut, kondisi Johny Indo sempat tak strtabil dan membuatnya kerap kali jatuh.
“Dia sakitnya cuma hernia sama jatuh, abis operasi hernia itu kurang lebih sebulan. Karena anak-anaknya kerja, dia mungkin di rumah mau ambil apa-apa jatuh. Mulai dari situ enggak bisa bangun, sakit,” kata Santa melansir kompas.com
Selain itu, menjalani hari tuanya, Johny Indo juga sudah sulit berjalan hingga kesulitan untuk mengingat.
“Dia kan sudah pikun, jalan sudah susah. Namanya usia kan, sempat bangun, napasnya udah engap-engapan gitu,” ucapnya lagi.
Sahabat Kaget
Artis senior Mathias Muchus mengaku kaget dan baru mengetahui bahwa Johny Indo meninggal dunia.
Ketika dihubungi awak media, Mathias belum mengetahui bahwa aktor senior yang pernah satu proyek film dengannya itu baru saja meninggal.
"Kapan tuh? Gue malah baru denger nih, kaget juga gue," kata Mathias Muchus saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (26/1/2020).
"Gue sama sekali nggak tahu (sakit Johny) seinget gue ketika dia bebas dia mencoba untuk recovery dalam segala hal," tuturnya.
"Termasuk hubungan vertikalnya ia benahi, sempet gue ketemu lagi setelah bebas dan dia sama gue kayak adek kakak aja udah," bebernya.
Aktor senior Johny Indo meninggal dunia pagi ini sekira pukul 07.45 WIB.
Kabarnya Johny Indo meninggal karena sakit hernia dan sempat mengalami sesak nafas.
Saat ini jenazah masih berada di rumah duka di kawasan Tangerang, Banten.