Cicip Tempe Mendoan di Pasar Ah Poong, Cocok Disantap dengan Sambal Kecap
Pedagang tempe mendoan di Pasar Ah Poong, Budi mengatakan, mendoan adalah camilan tradisional yang berasal dari Purwokerto, Jawa Tengah.
Penulis: Tsaniyah Faidah | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tsaniyah Faidah
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - Cari camilan sore, bisa pilih tempe mendoan yang disantap hangat dengan sambal kecap.
Pedagang tempe mendoan di Pasar Ah Poong, Budi mengatakan, mendoan adalah camilan tradisional yang berasal dari Purwokerto, Jawa Tengah.
Sehingga nama tersebut diambil dari bahasa Jawa Mendo yang artinya setengah matang.
"Proses menggorengnya sebentar saja, enggak sampai kering," katanya, Senin (27/1/2020).
Tempe yang digunakan untuk mendoan agak berbeda dengan tempe biasanya.
Tempe mendoan memiliki ukuran 20 x 10 cm dan dibungkus satu per satu menggunakan balutan daun pisang.
Sebelum dicelupkan ke dalam adonan, tempe terlebih dahulu diberi bumbu sederhana yaitu bawang putih, ketumbar dan garam yang dihaluskan.
Lantaran proses menggorengnya hanya sebentar, lapisan tepung pada irisan tempe ini memiliki tekstur agak basah.
Tekstur tempenya pun empuk dengan sensasi rasa gurih.
Mendoan paling enak dinikmati hangat-hangat, apalagi sambil dicocol dengan sambal kecap dengan irisan cabai rawit hijau.
Untuk menikmati mendoan di Ah Poong, kamu cukup membayar Rp 18 ribu saja sudah mendapat satu porsi yang berisi 4 tempe.
Di sini, kamu bisa menikmati mendoan yang baru diangkat dari penggorengan.
Mengingat mendoan baru akan dibuat begitu ada pesanan yang datang, sehingga kamu bisa menikmatinya selagi hangat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/cemilan-tempe-mendoan-di-pasar-ah-poong.jpg)