Tawuran di Kota Bogor

Masuk WhatsApp Group Perencanaan Tawuran, 5 Pelajar SMK Kota Bogor Diamankan

Lima orang pelajar dari tiga SMK di Kota Bogor digiring petugas gabungan ke Kantor Polresta Bogor Kota di Jalan Kapten Muslihat, Senin (27/1/2020).

Masuk WhatsApp Group Perencanaan Tawuran, 5 Pelajar SMK Kota Bogor Diamankan
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Lima orang pelajar dari tiga SMK di Kota Bogor digiring petugas gabungan ke Kantor Polresta Bogor Kota di Jalan Kapten Muslihat, Senin (27/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Lima orang pelajar dari tiga SMK di Kota Bogor digiring petugas gabungan ke Kantor Polresta Bogor Kota di Jalan Kapten Muslihat, Senin (27/1/2020).

Pelajar tersebut kedapatan tergabung dalam jaringan WhatsApp Group (WAG) perencanaan tawuran.

WAG perencanaan tawuran tersebut ditemukan saat Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) melakukan razia ke sekolah-sekolah yang terindikasi terlibat aksi tawuran saat beberapa waktu lalu.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa siswa tersebur diidikasi aktif dalam WAG perencanaan tawuran.

"Jadi kita ingin bongkar ini, kita akan dalami, saya akan koordinasi dengan tim dari kepolisian, tim cyber, kita akan laporkan kesana beserta barang buktinya dan dalami juga dari anak-anak ini," katanya usai razia, Senin (27/1/2020).

Dari hasil razia tersebut Bima menemukan beberapa percakapan di WhatsApp Group terkait aksi rencana tawuran.

Bima menegaskan bahwa mata rantai tawuran harus diputus.

"Ada beberapa sekolah yang berkumpul Grouping aktifitasnya gabungan untuk perencanaan tawuran tadi, nah, ini akan kita bongkar dan kita bubarkan,"tegasnya.

Meski demikian dalam razia tersebut tidak ditemukan adanya senjata tajam.

Sementara itu Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser mengatakan bahwa pola tawuran pelajar di Kota Bogor sudah beubah.

Bahkan saat ini tawuran pelajar terindikasi sudah direncanakan dan janjian untuk saling serang.

"Hasil pemeriksaan kita ini mereka janjian jadi artinya sesuatu yang direncanakan dan ini bukan keterlibatan satu sekokah dengan sekolah lain jadi ini perpaduan beberapa sekolah gabung jadi satu grup janjian melakukan perjanjian untuk tawuran," katanya

Untuk itu pihaknya akan lebih mengintensifkan patroli 24 jam pada situasi kerawanan keamananan dan ketertiban

"Nah ini makanya kita buat beberapa langkah strategis antisiapasi tawuran," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved