Rumah di Bogor Ambruk

Wali Kota Bogor Bima Arya Bingung Rumah Hampir Ambruk Belum Dapat Bantuan

Atap rumah semi permanen dengan plafon dari bilik bambu dan dinding triplek ambruk sekitar pukul 01.30 WIB dini hari, Selasa (28/1/2020).

Wali Kota Bogor Bima Arya Bingung Rumah Hampir Ambruk Belum Dapat Bantuan
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wali Kota Bogor Bima Arya angkat suara soal rumah tidak layak huni (RTLH) yang tak kunjung mendapatkan bantuan hingga akhirnya ambruk.

Seperti diketahui sebelumnya, atap rumah semi permanen dengan plafon dari bilik bambu dan dinding triplek di RT 1/4, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor ambruk sekitar pukul 01.30 WIB dini hari, Selasa (28/1/2020).

Akibatnya empat orang dewasa dan satu bayi berusia 40 hari terluka akibat tertimpa reruntuhan.

Di tengah ihtiar Pemerintah Bogor akan membangun puluhan rumah tidak layak huni (RTLH) namun masih ada rumah rapuh yang lebih dulu ambruk sebelum diperbaiki.

Padahal di tahun 2019 Pemkot Bogor mengucurkan dana sekitar Rp 36 miliar untuk membangun 4635 rumah tidak layak huni di Kota Bogor.

Bima Arya mengatakan, verifikasi mengenai rumah tidak layak huni seharusnya memang diprioritaskan.

"Iya harusnya begitu (yang lebih membutuhkan diprioritaskan), saya kan tidak tahu itu verifikasinya ada di Kemas (Bagian Kemasyarakatan) semua, ya harusnya begitu yang lebih membutuhkan diprioritaskan," kata Bima Rabu (29/1/2020).

Bima Arya pun mengakui bahwa RTLH yang ambruk di wilayah Babakan Pasar sudah masuk dalam pengajuan.

"Iya itu memang sudah diajukan sebetulnya tapi belum masuk," katanya.

Mengenai adanya kelemahan dalam fungsi verifikasi RTLH, Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa proses verifikasi RTLH sedang dalam proses evaluasi.

Bima Arya mengakui bahwa sebaran pemberian bantuan RTLH di Kota Bogor tidak merata.

"Saya melihat sebarannya kok tidak merata, memang sedang dalam proses evaluasi untuk RTLH ini melalui aplikasi sahabatnya, jadi kita evaluasi semuanya lah prosesnya, pemilihannya, prosesnya dan prioritasnya," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved