Hindari Minum Teh Setelah Makan, Ini Penjelasan Ahli Gizi

Zat besi merupakan zat gizi mikro yang sangat penting, apalagi sebagian besar orang Indonesia masih kekurangan mineral ini.

Hindari Minum Teh Setelah Makan, Ini Penjelasan Ahli Gizi
(KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO)
Ilustrasi Teh 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Memesan minuman teh sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia ketika makan di luar rumah.

Padahal, kebiasaan minum teh sesudah makan ini sebenarnya merugikan tubuh karena menghambat penyerapan zat gizi.

Manfaat konsumsi teh memang sudah dibuktikan oleh banyak penelitian, misalnya saja meningkatkan metabolisme hingga mencegah penyakit kanker.

Walau begitu, sebaiknya teh tidak dikonsumsi setelah makan.

"Konsumsi teh, apalagi yang pekat, akan mengganggu penyerapan zat gizi mikro seperti zat besi, vitamin C dan juga kalsium," kata ahli gizi dr.Mira Dewi MSi.

Penelitian juga membuktikan, tannin, antioksidan yang banyak terdapat dalam teh hitam, merupakan zat yang mengganggu penyerapan zat besi dari makanan.

Zat besi merupakan zat gizi mikro yang sangat penting, apalagi sebagian besar orang Indonesia masih kekurangan mineral ini.

Kekurangan zat besi dapat membuat sel darah merah tidak dapat mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Gejala utamanya adalah lemah, letih, dan lesu.

Tetapi dalam jangka panjang bisa merusak fungsi organ.

Idealnya tunggu sekitar 30 menit setelah makan sebelum kita mengonsumsi teh.

"Teh juga banyak manfaatnya, tapi kita bisa menjadikannya sebagai snack saat sore-sore," katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Minum Teh Sesudah Makan Hambat Penyerapan Nutrisi", .

Editor : Lusia Kus Anna

Editor: Damanhuri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved