Alun-Alun Empang Bogor Ditata, Pedagang Kuliner Dipindah ke Penampungan

Alun-alun yang memiliki luas 2.905 meter persegi itu rencananya akan ditata sebagai ruang terbuka hijau dan sarana olahraga.

Alun-Alun Empang Bogor Ditata, Pedagang Kuliner Dipindah ke Penampungan
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
tempat penampungan sementara bagi PKL Empang 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWABOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota Bogor melalui dana CSR Rumah Sakit Ummi akan menata kawasan Empang Bogor.

Alun-alun yang memiliki luas 2.905 meter persegi itu rencananya akan ditata sebagai ruang terbuka hijau dan sarana olahraga.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjelaskan penataan tersebut dilakukan dari hasil musyawarah dengan berbagai pihak.

"Alhamdulillah dengan  musyawarah persoalan bisa diselesaikan, pihak yayasan dengan para nazir dan pak Fahmi ya itu difasilitasi pak sekda sepakat untuk penataan alu-alun ini secara bertahap," katanya usai peletakan batu pertama penataan Alun-alun Empang, Jumat (31/1/2020).

Meski dilakukan penataan, namun para pedagang kaki lima tetap masih bisa berjualan.

Seperti diketahui kawasan Empang merupakan wilayah yang terkenal dengan penjual daging kambing dan kulinernya.

Saat ini para penjual daging kambing dan kuliner itu direlokasi ke tempat penampungan sementara di dalam alun-alun Empang sambil prose penataan pedestrian.

"Konsepnya kuliner dipindahkan ke dalam jadi tidak ada yang dipinggirkan semuanya difasilitasi di dalam ada tempat olahraganya juga di sini dan ada ruang hijaunya," ujarnya

Sementera itu Direktur Umum (Dirum) RS Ummi Bogor, Najamudin mengatakan bahwa target pembangunan maksimal dalam waktu enam bulan.

Ia pun berharap pembangunan bisa selesai kurang dari emam bulan.

Najamudin menjelaskan program penataan alun alun Empang ini sudah digulirkan pada tahun 2016.

Dikarenakan prosesnya berjalan dinamis hingga bulan September 2019 dilakukan komunikasi kembali untuk menindaklanjuti perencanaan penataan alun-alun Empang.

Tujuan utama penataan ini lebih kepada para pedagang kaki lima

"Total ada 46 PKL, jadi nanti tidak ada lagi pedagang yang berjualan disekitar alun-alun, nanti akan difokuskan didalam sebagai area kuliner, temasuk nanti ada fasilitas juga didalam alun alun seperti tempat berolahraga dan ruang terbuka hijau," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved